Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Otomatisasi Proses Industri Berbasis AI: Mengubah Cara Pengadaan dan Pengelolaan Limbah

Share

Startup-startup baru sedang mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi proses penting di sektor industri, termasuk pengadaan manufaktur dan pengelolaan limbah. Teknologi ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung keberlanjutan, dengan perusahaan seperti didero, hauler hero, dan sapiom memimpin inovasi di bidang ini.

13 Feb 2026, 03.31 WIB

Didero: AI Generatif yang Otomatisasi Pengadaan Global Manufaktur

Didero: AI Generatif yang Otomatisasi Pengadaan Global Manufaktur
Tim Spencer menghadapi kesulitan besar dalam mengelola pengadaan di startup e-commerce yang dia jalankan selama pandemi, dengan ribuan pemasok dan distribusi ke banyak negara. Proses manual mengelola komunikasi, negosiasi hingga pembayaran sangat rumit dan melelahkan bagi timnya. Setelah menjual startupnya, Spencer mendirikan Didero bersama dua rekannya yang berpengalaman, dengan misi menghadirkan solusi AI untuk mengotomatisasi proses pengadaan manufaktur dan distribusi agar lebih efisien dan praktis. Didero menggunakan teknologi AI generatif yang secara otomatis membaca berbagai komunikasi bisnis seperti email dan pesan di WeChat, lalu memperbarui sistem ERP tanpa perlu campur tangan manusia, sehingga mempercepat alur kerja pengadaan dari awal hingga pembayaran. Startup ini baru mendapatkan pendanaan besar Seri A sebesar 30 juta dolar dari investor terkemuka, dan sudah memiliki pelanggan termasuk Footprint, perusahaan yang fokus pada kemasan berkelanjutan. Didero berbeda dari startup lain yang hanya fokus sebagian proses atau untuk perusahaan kecil-menengah. Ke depan, platform AI seperti Didero diprediksi akan menjadi tulang punggung digitalisasi rantai pasok manufaktur global, mengurangi pekerjaan manual dan membentuk cara baru bagi bisnis untuk berinteraksi dengan pemasok dan mengatur produksi secara otomatis.
10 Feb 2026, 22.00 WIB

Hauler Hero Raih Dana Rp 267.20 miliar ($16 Juta) untuk Modernisasi Pengelolaan Sampah dengan AI

Hauler Hero Raih Dana Rp 267.20 miliar ($16 Juta)  untuk Modernisasi Pengelolaan Sampah dengan AI
Hauler Hero, startup asal New York yang didirikan pada 2020, berhasil memperoleh pendanaan Seri A sebesar 16 juta dolar Amerika Serikat. Keberhasilan ini menandai pertumbuhan signifikan perusahaan yang menyediakan platform perangkat lunak lengkap untuk manajemen pengelolaan sampah. Platform Hauler Hero membantu perusahaan pengelolaan sampah dalam berbagai fungsi mulai dari hubungan pelanggan, penagihan, hingga penjadwalan rute. Software lama di sektor ini dianggap kuno dan sulit digunakan, sehingga solusi Hauler Hero mendapat sambutan baik. Salah satu inovasi utama Hauler Hero adalah pemanfaatan kamera di truk sampah yang mengirimkan gambar real-time untuk memastikan layanan telah dilakukan dengan benar, membantu mengurangi kesalahan sekaligus melindungi pekerja dari tuduhan yang tidak tepat. Hauler Hero kini mengembangkan tiga agen AI utama yaitu Hero Vision untuk mendeteksi masalah layanan sekaligus peluang pendapatan, Hero Chat sebagai chatbot untuk menjawab pertanyaan pelanggan, dan Hero Route yang mengoptimalkan rute pengangkutan agar lebih efisien. Selain melayani perusahaan swasta, Hauler Hero mulai merambah pasar pemerintah, terutama karena merger dua pemain utama yang menyulitkan entitas pemerintah memilih penyedia layanan. Dengan dana baru, perusahaan berencana mengembangkan fitur AI lebih lanjut dan memperluas basis pelanggannya.
06 Feb 2026, 06.53 WIB

Sapiom: Cara Baru Memudahkan AI Bayar Layanan Otomatis untuk Aplikasi Vibe Coding

Sapiom: Cara Baru Memudahkan AI Bayar Layanan Otomatis untuk Aplikasi Vibe Coding
Sekarang ini, orang tanpa kemampuan coding mulai bisa menciptakan aplikasi mereka sendiri menggunakan vibe coding, seperti dengan platform Lovable, yang mengubah bahasa biasa menjadi kode aplikasi yang bekerja. Meski membantu membuat prototipe, menghubungkan aplikasi itu dengan layanan teknologi seperti SMS, email, dan proses pembayaran online tetap menjadi tantangan besar bagi mereka yang kurang paham teknis. Ilan Zerbib, yang pernah menjadi direktur engineering pembayaran di Shopify, melihat masalah ini dan mulai membangun Sapiom. Startup ini menciptakan lapisan finansial yang memungkinkan agen AI membeli dan mengakses berbagai layanan secara otomatis dengan pembayaran mikro yang aman dan tanpa perlu campur tangan manusia secara langsung. Sapiom membantu mengelola proses autentikasi dan pembayaran setiap kali AI menggunakan layanan seperti Twilio untuk mengirim SMS, sehingga pengembang aplikasi tidak perlu melakukan pengaturan manual seperti mendaftar, memasukkan kartu kredit, atau menyalin kunci API. Ini memudahkan proses pembuatan aplikasi berbasis vibe coding. Accel memimpin pendanaan sebesar 15 juta dolar AS untuk Sapiom, dengan dukungan dari perusahaan-perusahaan modal ventura lainnya seperti Okta Ventures, Menlo Ventures, Anthropic, dan Coinbase Ventures. Investor percaya bahwa fokus Sapiom pada solusi bisnis (B2B) adalah kunci membuat AI agen bisa bekerja dengan efektif. Ke depan, teknologi Sapiom bisa memungkinkan agen AI personal melakukan transaksi keuangan sendiri, seperti memesan ojek online atau berbelanja di e-commerce. Meski begitu, Zerbib berpandangan AI tidak akan memaksa orang membeli lebih banyak barang, sehingga fokusnya tetap pada pengembangan solusi untuk kebutuhan bisnis.

Baca Juga

  • Transformasi Konektivitas Digital di Indonesia: Menyatukan Akses Terjangkau dengan Integrasi Ekosistem

  • Otomatisasi Proses Industri Berbasis AI: Mengubah Cara Pengadaan dan Pengelolaan Limbah

  • Mendefinisikan Ulang Akselerator Startup: Perubahan a16z dan Dampaknya

  • Ekspansi Konektivitas Digital Indonesia: Paket Internet Terjangkau Dorong Inklusi

  • Revitalisasi Ekosistem Digital dan Komunitas oleh Telkomsel