Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Guncangan Kepemimpinan Teknologi di Tengah Disrupsi

Share

Dinamika pergantian pemimpin dan krisis kepemimpinan di perusahaan teknologi menunjukkan tantangan baru dalam menghadapi disrupsi digital. Perubahan mendadak, seperti pergantian CEO dan kehilangan talenta kunci di startup, menghambat inovasi dan pertumbuhan. Jika masalah kepemimpinan ini diatasi, perusahaan dapat meraih peningkatan efisiensi, inovasi, dan adaptasi di era teknologi yang sangat kompetitif.

15 Jan 2026, 22.32 WIB

Mengubah Kepemimpinan di Era AI: Pentingnya Menciptakan Ruang untuk Inovasi

Mengubah Kepemimpinan di Era AI: Pentingnya Menciptakan Ruang untuk Inovasi
Kepemimpinan saat ini sedang mengalami perubahan besar akibat keberadaan AI yang mengambil alih bagian pekerjaan eksekusi. Dengan tugas yang berjalan lebih cepat dan keputusan yang diambil dengan singkat, banyak pemimpin merasa ada ruang kosong yang muncul, namun mereka bingung bagaimana mengelolanya. Insting banyak pemimpin adalah mengisi ruang kosong tersebut dengan lebih banyak aktivitas seperti rapat dan laporan, karena mereka mengukur nilai diri dari seberapa sibuk mereka. Hal ini justru berbahaya karena menghilangkan kesempatan untuk berpikir kreatif dan inovasi. Seorang pelatih kepemimpinan, Sabina Nawaz, menyarankan agar pemimpin belajar untuk 'tidak melakukan apa-apa' sesekali, memberi diri mereka dan timnya ruang untuk berpikir tanpa tekanan harus langsung mengambil keputusan atau memberikan hasil. Penting bagi pemimpin untuk mulai mengatur ulang jadwalnya sendiri dan melindungi waktu khusus tanpa gangguan agar dapat melakukan refleksi, belajar, dan eksperimen secara mendalam. Ini bukan waktu menganggur, melainkan ruang produktif yang mendukung penilaian dan inovasi manusia. Di masa depan, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh produktivitas yang tinggi, tapi kemampuan pemimpinnya menciptakan kapasitas waktu berkualitas bagi manusia untuk mengembangkan pemikiran baru yang bisa menyesuaikan dengan perubahan lingkungan kerja yang cepat dan kompleks.
15 Jan 2026, 09.16 WIB

Perpindahan Besar Co-founder Thinking Machines Kembali ke OpenAI Jadi Isu Hangat

Perpindahan Besar Co-founder Thinking Machines Kembali ke OpenAI Jadi Isu Hangat
Thinking Machines Lab adalah startup AI yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI, Mira Murati bersama dua co-founder lain: Barret Zoph dan Luke Metz. Startup ini mendapatkan dana besar dan diawasi ketat oleh para investor ternama, dengan tujuan membuat terobosan dalam bidang kecerdasan buatan. Barret Zoph, yang berperan sebagai CTO, telah resmi meninggalkan Thinking Machines dan akan kembali bergabung dengan OpenAI. Penggantinya adalah Soumith Chintala, seorang ahli berpengalaman yang sudah menjadi bagian dari tim Thinking Machines. Selain Zoph, dua orang lain yakni Luke Metz dan Sam Schoenholz juga memutuskan untuk meninggalkan Thinking Machines dan kembali ke OpenAI. Kabar ini diumumkan oleh CEO aplikasi OpenAI, Fidji Simo, yang menyatakan senangnya menyambut sang talent kembali. Perpindahan ini dianggap signifikan karena terjadi kurang dari setahun setelah Thinking Machines didirikan, yang bisa menjadi tanda adanya isu internal atau ketidakcocokan visi. Hal ini diperparah dengan laporan bahwa hubungan Zoph dan Murati tidak berjalan mulus. Langkah ini memperlihatkan betapa dinamis dan kompetitifnya dunia startup AI, terutama di Silicon Valley, dimana talenta sering berpindah antara perusahaan teknologi besar dan startup yang sedang berkembang.
09 Jan 2026, 15.55 WIB

Perjalanan John Ternus Menuju Kursi CEO Apple, Ganti Tim Cook

Perjalanan John Ternus Menuju Kursi CEO Apple, Ganti Tim Cook
Tim Cook, CEO Apple yang sudah lama memimpin, akan segera berusia 66 tahun dan mulai bermaksud mengurangi tanggung jawabnya. Seiring bertambahnya usia dan semakin besarnya tantangan perusahaan, Apple mulai mempersiapkan suksesi kepemimpinan untuk menghadapi masa depan. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa eksekutif senior Apple memutuskan mundur, menandakan perubahan besar di internal Apple yang memicu rumor soal pergantian rezim. Upaya ini diakselerasi sejak tahun lalu untuk mendaulat pengganti yang tepat bagi Tim Cook. John Ternus, Senior VP Hardware Engineering Apple, adalah kandidat terkuat untuk menjadi CEO berikutnya. Dia dikenal sebagai insinyur handal yang terlibat dalam proyek besar seperti iPhone Air dan pengembangan iPhone lipat yang inovatif. Meski begitu, Ternus dianggap lebih fokus pada pemeliharaan produk yang ada dan kurang memiliki pengalaman dalam kebijakan pemerintah serta pengambilan keputusan sulit yang biasanya penting untuk seorang CEO perusahaan sebesar Apple. Diskusi internal di Apple tentang tipe pemimpin ideal masih berlangsung, dengan spekulasi bahwa Ternus akan membawa kepemimpinan yang lebih stabil tanpa risiko besar seperti Steve Jobs, sementara Tim Cook diperkirakan akan tetap berperan sebagai chairman dewan direksi.

Baca Juga

  • Konsolidasi Strategis Perusahaan Elon Musk dan Pengaruh Globalnya

  • Balapan Penerbangan China: Meningkatkan Pesawat Dalam Negeri dan Meninjau Peran Pilot

  • Kreator Mengkritisi Paradigma Baru TikTok

  • Pergantian Kepemimpinan di Arena E-Commerce Indonesia

  • Revolusi Legal Tech Berbasis AI: Transformasi Inteligensi Kontrak