Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Kilas Teknologi Ponsel & AI

Share

Seri artikel ini menyajikan berbagai pembaruan terkini seputar peluncuran ponsel flagship, inovasi kacamata pintar bertenaga AI, kecanggihan chip AI, serta sorotan event MWC 2026 dari Barcelona. Selain itu, dibahas pula tren diskon gadget, kebijakan aliansi teknologi internasional, dan bocoran produk Apple & Huawei. Pembaca diajak mengeksplorasi lanskap teknologi mobile dan AI yang terus berkembang.

27 Feb 2026, 16.50 WIB

Moore Threads Capai Kompatibilitas Penuh Chip AI dengan Seri Qwen 3.5 Alibaba

Moore Threads Capai Kompatibilitas Penuh Chip AI dengan Seri Qwen 3.5 Alibaba
Moore Threads Technology, pengembang semikonduktor asal Beijing yang dipimpin oleh mantan eksekutif Nvidia, menghadirkan inovasi penting dengan menyatakan bahwa chip AI unggulan mereka, MTT S5000, kini kompatibel penuh dengan seri model kecerdasan buatan Qwen 3.5 dari Alibaba Cloud. Langkah ini menandai kemajuan dalam usaha China untuk mengembangkan ekosistem chip AI mandiri. Kompatibilitas ini berlaku untuk tiga model dari Qwen 3.5, yaitu Qwen3.5-35B-A3B, Qwen3.5-122B-A10B, dan Qwen3.5-27B. Alibaba Cloud sendiri baru saja merilis rangkaian model baru ini yang menunjukkan performa kompetitif terhadap teknologi AI global seperti OpenAI serta Anthropic dan Google DeepMind. Usaha Moore Threads juga merupakan bagian dari persaingan sengit antara perusahaan chip domestik China seperti MetaX Integrated Circuits, Biren Technology, dan Enflame untuk mengisi kekosongan pasar GPU dalam negeri, terutama akibat regulasi ketat dari pemerintah China terkait impor produk chip impor dari Nvidia. Nvidia sendiri menyatakan ketidakpastian apakah dan kapan chip terbaru mereka, H200, akan mendapatkan izin masuk ke pasar China. Hal ini memperkuat dorongan bagi perusahaan domestik untuk mengembangkan solusi AI yang tidak tergantung pada teknologi dan pasokan asing. Inisiatif Moore Threads ini merupakan bukti nyata bahwa pengembangan teknologi AI di China semakin intensif dan strategis, dengan tujuan utama menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan mendorong kemandirian teknologi di tengah ketegangan perdagangan dan teknologi global.
27 Feb 2026, 03.11 WIB

Meta dan Prada Bersiap Luncurkan Kacamata AI Mewah di Milan

Meta dan Prada Bersiap Luncurkan Kacamata AI Mewah di Milan
Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan terlihat duduk di barisan depan fashion show Prada Fall/Winter 2026 di Milan, yang memicu spekulasi adanya kolaborasi antara Meta dan Prada untuk kacamata AI versi mewah. Interaksi Zuckerberg dengan Lorenzo Bertelli, pejabat di Prada, menambah ketertarikan publik terhadap kemungkinan ini. Meta sebelumnya telah sukses dengan produk kacamata AI mereka yang berkolaborasi dengan EssilorLuxottica, pembuat kacamata Ray-Ban dan Oakley. Penjualan kacamata AI meningkat pesat hingga lebih dari 7 juta unit di tahun 2025, menunjukkan potensi pasar yang besar bagi perangkat wearable berbasis AI. Prada dan EssilorLuxottica baru saja memperpanjang kontrak lisensi mereka selama 10 tahun, membuka peluang bagi kemunculan kacamata AI Prada yang berkelas dan eksklusif. Hal ini memungkinkan Meta untuk memperluas jangkauan produk AI mereka dan masuk ke pasar fashion mewah yang belum tergarap oleh Ray-Ban dan Oakley. Namun, perangkat AI seperti kacamata ini juga menghadapi tantangan serius dari sisi privasi dan etika. Ada kekhawatiran masyarakat terhadap perangkat yang dapat digunakan untuk pengawasan, terutama dengan isu pengenalan wajah yang kontroversial, yang berpotensi menghambat adopsi luas teknologi ini. Secara keseluruhan, kolaborasi Meta dan Prada berpotensi membawa inovasi baru yang menggabungkan teknologi dengan mode, tetapi keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan mereka menangani isu privasi dan memastikan perangkat ini diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
26 Feb 2026, 23.01 WIB

Huawei Luncurkan Mate 80 Pro Internasional, Siap Rebut Pasar Global Lagi

Huawei Luncurkan Mate 80 Pro Internasional, Siap Rebut Pasar Global Lagi
Huawei Technologies kembali menunjukkan kekuatannya dengan meluncurkan smartphone terbaru, Mate 80 Pro, di Madrid, Spanyol. Ini menandai langkah besar perusahaan untuk masuk kembali ke pasar smartphone global setelah beberapa tahun fokus di pasar domestik. Peluncuran ini menunjukkan ambisi Huawei untuk memperluas jangkauan produk mereka ke seluruh dunia. Mate 80 Pro versi internasional menggunakan prosesor Kirin 9030 Pro yang dirancang sendiri oleh Huawei, dan berjalan pada sistem operasi EMUI 15 yang berbasis Android. Ini berbeda dengan versi domestik yang menggunakan HarmonyOS, sistem operasi buatan Huawei sendiri. Dengan langkah ini, Huawei mencoba menggabungkan kekuatan teknologi lokal dan global agar produknya tetap kompetitif di pasar internasional. Peluncuran di Madrid ini menandai kembalinya Huawei ke pasar global untuk model bar-type Mate setelah empat tahun vakum. Mate 80 Pro yang sebelumnya telah diluncurkan di China pada November menunjukkan keseriusan Huawei dalam memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri smartphone, meskipun menghadapi sanksi dari Amerika Serikat. Selain smartphone, Huawei juga memperkenalkan produk wearable baru yang menambahkan fitur ‘wheelchair mode’, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap inklusivitas dan inovasi dalam teknologi perangkat yang bisa dikenakan. Ini memperlihatkan bahwa Huawei tak hanya fokus pada smartphone, tetapi juga pada ekosistem perangkat pintar yang lengkap. Pada tahun 2025, Huawei berhasil merebut posisi nomor 1 di pasar smartphone China dengan pangsa pasar 16,4 persen, mengalahkan Apple yang memiliki 16,2 persen. Data ini menunjukkan kekuatan dan potensi Huawei untuk kembali bersaing secara global, dengan Mate 80 Pro sebagai produk andalan mereka untuk merebut pasar internasional.
26 Feb 2026, 09.41 WIB

Huawei dan Perusahaan AS Berkolaborasi Tingkatkan Standar AI Global yang Terbuka

Huawei dan Perusahaan AS Berkolaborasi Tingkatkan Standar AI Global yang Terbuka
Huawei, perusahaan teknologi besar asal China, telah menjalin kerjasama dengan perusahaan Amerika Serikat seperti OpenAI dan Google untuk meningkatkan standar kecerdasan buatan yang bersifat terbuka secara global. Ini merupakan kolaborasi langka di tengah sanksi dan persaingan teknologi antara kedua negara. Kerjasama ini terjadi dalam wadah Agentic AI Foundation (AAIF), sebuah organisasi yang merupakan bagian dari Linux Foundation dan fokus pada pengembangan teknologi AI dengan tata kelola sumber terbuka. AAIF bertujuan menggabungkan teknologi canggih dan prinsip open source untuk masa depan AI yang dapat diakses siapa saja. Dengan bergabungnya Huawei dan Lenovo sebagai anggota dari China, total anggota AAIF kini berjumlah 146 organisasi dari berbagai wilayah, termasuk Eropa dan Amerika Utara. Langkah ini menandai pendekatan baru dalam kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan. Kolaborasi ini memiliki arti penting karena dilakukan di tengah situasi politik yang sulit antara AS dan China, di mana Huawei sendiri pernah dikenai berbagai sanksi pemerintah AS. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa pengembangan AI menjadi bidang yang bisa mendorong kerja sama meskipun ada tantangan politik. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat inovasi AI sekaligus memastikan bahwa standar dan kebijakan yang dibuat bersifat terbuka, aman, dan inklusif sehingga teknologi AI bisa berkembang dengan baik di dunia yang semakin terhubung.
26 Feb 2026, 09.21 WIB

Nvidia Hadapi Ketidakpastian Besar di China Meski Pendapatan AI Meroket

Nvidia Hadapi Ketidakpastian Besar di China Meski Pendapatan AI Meroket
Nvidia menghadapi tantangan besar di pasar China karena belum dapat menghasilkan pendapatan dari GPU terbaru mereka, H200. Ketidakpastian regulasi akibat perang teknologi antara AS dan China membuat izin impor GPU ini di China menjadi tidak pasti dan sangat terbatas. Meskipun demikian, Nvidia tetap mencatat pendapatan kuartalan rekor dari penjualan prosesor pusat data yang meningkat tajam, didorong oleh booming kecerdasan buatan generatif di seluruh dunia. Namun, penjualan H200 di China masih belum nyata. Washington telah mengizinkan pengiriman H200 ke pelanggan di China dengan ketentuan volume pengiriman tidak boleh melebihi 50 persen dari volume yang dijual di AS, namun realisasinya masih sangat terbatas. Ini memperlihatkan bagaimana regulasi AS sangat mempengaruhi pasar global Nvidia. Selain menghadapi hambatan regulasi, Nvidia juga menghadapi kompetisi ketat dari perusahaan chip domestik China yang saat ini melakukan IPO dan berupaya menjadi alternatif di pasar lokal. Hal ini menambah tekanan persaingan dalam sektor chip untuk pelatihan model AI. Ke depannya, situasi ini menunjukkan bahwa Nvidia harus menyesuaikan strategi dan menghadapi kompetisi yang semakin sengit dari chip lokal China, di tengah ketidakpastian yang mungkin berkepanjangan di pasar teknologi antara AS dan China.
26 Feb 2026, 09.00 WIB

Nvidia Hadapi Tantangan Besar Menjual Chip H200 di Pasar China

Nvidia, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, menghadapi ketidakpastian dalam menjual chip H200 yang sangat kuat di China. Walaupun permintaan untuk prosesor data center mereka meningkat pesat di seluruh dunia, Nvidia belum berhasil memperoleh pendapatan dari penjualan H200 di China karena aturan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah AS dan China. Chip H200 sangat penting bagi teknologi kecerdasan buatan yang sedang berkembang pesat, terutama dalam pelatihan model AI. Namun, regulasi impor GPU ke China masih belum pasti, meskipun ada sedikit izin dari pemerintah Amerika Serikat yang membatasi jumlah chip yang boleh dikirim ke China. Nvidia juga menghadapi perlawanan dari perusahaan-perusahaan chip lokal di China yang tengah berlomba untuk mengembangkan produk mereka sendiri. Banyak perusahaan lokal yang sudah melakukan penawaran saham perdana (IPO) untuk mendapatkan dana demi memenuhi permintaan pasar chip di China. Keadaan ini menunjukkan bahwa selain tekanan regulasi, persaingan di pasar chip China semakin ketat. Nvidia harus menghadapi tantangan ganda: memastikan kepatuhan regulasi yang ketat dan meningkatkan daya saingnya menghadapi produk lokal di pasar yang sangat penting ini. Meski demikian, Nvidia masih berhasil mencatatkan pendapatan rekor di pasar global, terutama dari penjualan prosesor untuk data center. Namun masa depan penjualan chip H200 di China tetap penuh ketidakpastian dan menantang bagi raksasa teknologi ini.
25 Feb 2026, 17.34 WIB

Honor MagicPad 4: Tablet Super Tipis dengan Layar OLED 165Hz dan Chipset Snapdragon 8 Gen 5

Honor baru saja mengumumkan tablet terbaru mereka, MagicPad 4, yang memiliki desain lebih tipis dibandingkan model sebelumnya. Dengan ketebalan hanya 4,8mm, tablet ini lebih ramping dibandingkan banyak pesaing seperti iPad Air dan Samsung Galaxy Tab S11. Penurunan ketebalan ini sekaligus menurunkan berat badan hingga 145 gram menjadi lebih ringkas dan mudah dibawa. Salah satu perubahan besar adalah penggunaan layar OLED dengan refresh rate 165Hz pada MagicPad 4, menggantikan layar LCD yang digunakan sebelumnya. Layar berukuran 12,3 inci ini memang sedikit lebih kecil dibanding MagicPad 3 yang mencapai 13,3 inci, namun upgrade ke teknologi OLED memberikan warna yang lebih tajam dan pengalaman visual yang lebih baik. Untuk performa, MagicPad 4 ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 terbaru, menawarkan pilihan RAM 12GB atau 16GB dan penyimpanan antara 256GB hingga 512GB. Sistem operasi yang digunakan adalah MagicOS 10 berbasis Android 16, yang memastikan kompatibilitas sekaligus performa yang lancar untuk berbagai aplikasi. Tablet ini juga dilengkapi kamera belakang 13MP dan kamera depan 9MP yang cukup standar. Namun, keunggulan utamanya ada pada fitur audio dengan delapan speaker yang menyediakan pengalaman ruang suara yang kaya dan imersif, cocok untuk menonton film atau mendengarkan musik dengan kualitas tinggi. Meskipun Honor belum mengumumkan harga maupun tanggal peluncuran resmi, peluncuran MagicPad 4 diharapkan akan terjadi pada acara MWC, bersamaan dengan pengumuman Honor yang akan masuk ke bidang robot humanoid. Ini menandai langkah baru Honor tidak hanya di perangkat mobile, tetapi juga di teknologi robotik.
24 Feb 2026, 22.53 WIB

Samsung Frame TV 2025: TV Dekoratif dengan Diskon Terbaik di Pasaran

Samsung meluncurkan Frame TV 2025 yang dirancang agar terlihat seperti karya seni saat tidak digunakan sebagai TV, sehingga membantu TV ini menyatu dengan dekorasi rumah Anda. TV ini bisa menampilkan lebih dari 4.000 lukisan terkenal dari berbagai seniman, termasuk Vincent van Gogh. Ada juga opsi untuk menampilkan foto pribadi agar semakin personal. Produk ini sekarang sedang didiskon di Woot dengan harga terbaik sepanjang waktu untuk ukuran 43 inci dan 55 inci, masing-masing dengan potongan harga sekitar 312 dan 400 dolar. Selain itu, Samsung juga memberikan fitur yang mendukung kualitas tayangan tinggi seperti Dolby Atmos dan HDR10 Plus untuk pengalaman menonton yang lebih hidup. Frame TV ini juga punya teknologi anti-reflektif dan lapisan matte yang membuat tampilan lukisan lebih realistis dan nyaman dilihat. TV ini kompatibel dengan asisten suara seperti Amazon Alexa dan Google Assistant, serta memiliki empat port HDMI yang mendukung spesifikasi gaming 2.1 pada model ukuran lebih besar. Selain TV, ada berbagai penawaran menarik lainnya seperti adaptor charger dari Anker yang tipis dan bisa dipakai di berbagai negara, air purifier dari Coway yang cocok untuk musim alergi, serta inflator ban dari Fanttik yang multifungsi dan tahan lama. Semua produk ini juga sedang mendapatkan diskon spesial. Singkatnya, Samsung Frame TV 2025 menawarkan kombinasi unik antara hiburan dan seni, memberikan alternatif bagi mereka yang tidak ingin ruang tamunya didominasi TV besar. Dengan diskon yang ada, ini juga momen tepat untuk mempertimbangkan produk ini sebagai investasi teknologi rumah.
23 Feb 2026, 16.30 WIB

Subsidi Nasional Dorong Ledakan Penjualan Kacamata AI di Tiongkok

Penjualan kacamata AI di Tiongkok mengalami lonjakan pesat selama Festival Musim Semi, yang didorong oleh permintaan konsumen yang sebelumnya tertunda serta adanya subsidi pemerintah baru. Kacamata AI kini termasuk dalam program subsidi nasional yang juga meliputi smartphone, tablet, dan jam tangan pintar, menjadikannya salah satu kategori barang elektronik utama yang didukung oleh pemerintah. Huaqiangbei, pasar grosir elektronik terbesar di dunia yang terletak di Shenzhen, mencatat kenaikan pendapatan sebesar 35% secara tahunan selama Festival Musim Semi, dipimpin oleh permintaan kuat untuk kacamata AI. Penjualan kacamata AI sendiri melonjak hingga 80%, sementara penjualan drone dan robot juga meningkat signifikan. Subsidi pemerintah diberlakukan untuk produk yang harganya di bawah 6.000 yuan (sekitar 869 dolar Amerika Serikat), dengan besaran subsidi sebesar 15% dari harga jual dan maksimal 500 yuan per unit. Kebijakan ini mendorong konsumen untuk lebih mudah mengakses teknologi ini, sehingga mempercepat penetrasi pasar. Menurut laporan dari Luoyang Daily, permintaan kacamata AI di toko optik tradisional sangat tinggi, terutama dari kalangan pendidik dan eksekutif bisnis. Pengguna menggunakan kacamata ini untuk mendukung kemampuan berbicara di depan umum tanpa naskah, menunjukkan bahwa teknologi ini memberikan nilai tambah nyata dalam konteks profesional. Tren ini menandai perubahan signifikan dalam adopsi teknologi wearable pintar di Tiongkok dan menunjukkan bagaimana kebijakan subsidi pemerintah memainkan peran penting dalam mendorong inovasi dan penggunaan produk teknologi canggih, yang berpotensi memperluas pasar serta meningkatkan produktivitas sektor pendidikan dan bisnis.
21 Feb 2026, 01.17 WIB

Mengungkap Hubungan Rahasia di Balik Peluncuran Trump Mobile

Trump Mobile adalah perusahaan ponsel yang akan segera diluncurkan dengan branding mantan Presiden Donald Trump. Namun, yang menarik adalah hubungan eratnya dengan Liberty Mobile, sebuah perusahaan lebih tua yang sudah lama memakai tema kebebasan untuk menarik pelanggan konservatif dengan paket ponsel murah. Liberty Mobile bukan perusahaan ponsel biasa, melainkan MVNO yang berarti mereka menyewa jaringan dari operator besar dan menyediakan layanan dengan biaya lebih rendah. Meski Trump Mobile mengandalkan Liberty Mobile, banyak rincian tentang kepemilikan dan struktur kedua perusahaan yang masih misterius dan membingungkan. Eksekutif Trump Mobile dan Liberty Mobile seperti Don Hendrickson dan Eric Thomas menyatakan bahwa Liberty Mobile memegang kendali penuh atas aspek teknis, legal, dan finansial Trump Mobile, tetapi mereka enggan memberi rincian lebih lanjut tentang jabatan atau kepemilikan perusahaan secara spesifik. Liberty Mobile memiliki alamat terdaftar di sebuah kompleks apartemen bernama Trump Towers di Florida, menambah kesan keterkaitan dengan merek Trump. Selain itu, Liberty Mobile pernah menjalankan layanan khusus bernama Canelo Mobile, yang ditargetkan kepada komunitas Meksiko-Amerika dengan merek bersama petinju profesional Canelo Álvarez. Peluncuran Trump Mobile semula direncanakan pada Agustus 2024, tetapi sekarang kemungkinan akan terjadi bulan depan. Meskipun demikian, kerumitan kepemilikan dan ketidakjelasan tentang siapa yang sebenarnya menjalankan perusahaan tersebut menjadi poin penting yang bisa memengaruhi kepercayaan konsumen dan keberhasilan layanan ini nantinya.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Dominasi Hipersonik & Maritim

  • Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

  • Revolusi Material dan Energi Pintar

  • Gelombang Otak-Komputer China

  • Rudal Siber: Konflik AS-Israel vs Iran

  • Revolusi Ekosistem Ripple

  • Kripto Merangsek Bank Tradisional

  • Kilas Teknologi Ponsel & AI

  • Ledakan Harga CoinDesk 20

  • Kebangkitan Semikonduktor Tiongkok