
Rudal hipersonik Iran berhasil menembus sistem pertahanan rudal Amerika Serikat dan Israel, menyerang target militer penting di Tel Aviv dan sekitarnya. Penelitian baru menunjukkan sistem pertahanan AS sulit mencegat rudal hipersonik karena kecepatan dan manuvernya yang tinggi. Kejadian ini menandakan ancaman nyata terhadap efektivitas pertahanan udara konvensional masa kini.
Tim peneliti dari Northwest Institute of Nuclear Technology mempublikasikan studi yang menyatakan sistem pertahanan AS kesulitan menghadapi rudal hipersonik berkat kecepatan, kemampuan bermanuver, dan karakteristik silumnya. Video yang beredar memperkuat temuan ini dengan menunjukkan keberhasilan serangan rudal Iran, termasuk serangan pada gedung Kementerian Pertahanan Israel dan bandara internasional Ben Gurion. Klaim Kesatuan Garda Revolusi Islam Iran menguatkan bukti bahwa sistem THAAD AS gagal mencegah serangan tersebut.
Ancaman rudal hipersonik yang mampu menembus pertahanan modern menggambarkan perlunya teknologi dan strategi baru untuk melindungi wilayah dan kepentingan militer. Jika tidak segera diatasi, hal ini dapat meningkatkan risiko serangan yang lebih efektif dari negara-negara seperti Iran dalam konfrontasi di masa depan. Sementara itu, dunia menyaksikan pergeseran penting dalam dinamika pertahanan dan keamanan global, menuntut respon cepat dari negara-negara barat.