Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google dan OpenAI Bersatu Perangi Deepfake dengan Tag AI Otomatis di Chrome

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
20 Mei 2026
279 dibaca
3 menit
Google dan OpenAI Bersatu Perangi Deepfake dengan Tag AI Otomatis di Chrome

TLDR

Google memperluas kemampuan verifikasi untuk konten yang dihasilkan AI melalui integrasi SynthID dan C2PA.
Meta berkolaborasi dengan C2PA untuk memberikan metadata pada gambar di Instagram, membantu pengguna membedakan foto asli dari yang dihasilkan AI.
Meskipun teknologi ini menjanjikan, tantangan tetap ada karena banyak model open-source mungkin tidak mengadopsi sistem ini.
# Google dan OpenAI Bersatu Perangi Deepfake dengan Tag AI Otomatis di ChromeFenomena deepfake—teknologi yang memungkinkan seseorang untuk membuat video atau audio palsu yang tampak sangat nyata—menjadi semakin mengkhawatirkan di era digital ini. Saat kehadiran konten AI yang dapat digunakan untuk menciptakan ilusi menyesatkan semakin umum, kolaborasi antara Google dan OpenAI muncul sebagai langkah signifikan untuk menghadapi tantangan ini.Laporan terbaru mengungkap bahwa Google dan OpenAI tengah bekerja sama untuk mengembangkan sistem otomatis yang dapat menandai konten AI di platform Chrome, yang merupakan salah satu browser terpopuler di dunia. Inisiatif ini melibatkan penggunaan teknologi SynthID, teknologi watermarking canggih yang dikembangkan oleh Google, untuk membantu pengguna mengenali AI-generated content (konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan). Langkah ini diapresiasi menyusul meningkatnya penggunaan deepfake dan disinformasi yang dapat mempengaruhi opini publik dan kepercayaan terhadap informasi online.Untuk memahami bagaimana kolaborasi ini berfungsi, penting untuk mengenal mekanisme di balik teknologi watermarking. Watermarking adalah proses yang menyisipkan informasi tersembunyi ke dalam konten digital, sehingga meskipun konten diubah atau diedit, informasi terkait tetap dapat diakses. Dalam kasus SynthID, watermark yang tidak terlihat ini bisa bertahan meski ada upaya untuk menghapusnya, sehingga memberikan verifikasi penting untuk keaslian konten. Ini memanfaatkan teknologi yang cerdas agar pengguna dapat lebih mendeteksi konten yang dibuat oleh AI dan menghindari penipuan.Dalam praktiknya, setiap video atau gambar yang dihasilkan oleh sistem artificial intelligence yang terintegrasi dengan Google Chrome dapat dikenali, sehingga pengguna dapat dengan mudah menentukan apakah konten tersebut adalah hasil kreasi manusia atau AI. Dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif menggunakan Google Search dan Chrome secara bersamaan, penerapan teknologi ini berpotensi memberikan dampak besar dalam meningkatkan kesadaran dan kecermatan informasi di kalangan masyarakat.Masyarakat pada umumnya dihadapkan pada tantangan dalam menilai keaslian informasi yang mereka terima, terutama karena transisi ke konsumsi konten digital yang semakin cepat. Inisiatif kolaboratif ini antara Google dan OpenAI bukan hanya tentang melawan kembali konten palsu seperti deepfake, tetapi juga tentang membangun kembali kepercayaan pengguna dalam informasi online. Hal ini penting karena ketidakpastian informasi bisa membawa dampak pada opini publik, kebijakan, dan bahkan demokrasi.Ke depannya, pengembangan dan penerapan tag AI otomatis di Chrome dapat memberikan preseden bagi kolaborasi lainnya antara perusahaan teknologi dalam upaya menegakkan etika dan kejujuran dalam konten online. Dengan ancaman disinformasi yang terus berkembang, teknologi seperti ini diharapkan dapat menjadi alat yang efektif untuk menjaga integritas informasi di dunia digital.Artikel ini sintetis dari 5 sumber.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.