Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Direktur CDC Tolak Studi Efektivitas Vaksin COVID-19, Kontroversi Metodologi Muncul

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
11 Mei 2026
310 dibaca
1 menit
Direktur CDC Tolak Studi Efektivitas Vaksin COVID-19, Kontroversi Metodologi Muncul

AI summary

Metodologi desain tes-negatif digunakan untuk memperkirakan efektivitas vaksin.
Jay Bhattacharya mempertanyakan validitas studi yang menggunakan metode tersebut.
Studi menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 efektif dalam mengurangi rawat inap pada orang dewasa sehat.
Jay Bhattacharya, pelaksana tugas direktur CDC, memblokir publikasi sebuah studi yang menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 musim ini mengurangi rawat inap hingga 50% pada orang dewasa sehat. Ia menolak studi tersebut karena keberatan metodologis yang tajam dengan metode yang dipakai.Studi menggunakan metode test-negatif, sebuah pendekatan yang sudah digunakan selama dua dekade untuk mengukur efektivitas vaksin flu dan virus pernapasan lain. Kritik Bhattacharya menyebut metode itu 'kurang logis' dan 'tidak masuk akal', namun literatur ilmiah justru menunjukkan metode ini adalah standar yang telah teruji.Penolakan dan kritik ini menimbulkan perdebatan tentang validitas studi vaksin COVID-19 serta bagaimana efektivitas vaksin disampaikan ke publik. Hal ini berpotensi memengaruhi kebijakan kesehatan serta kepercayaan masyarakat terhadap pemberian vaksin di masa mendatang.

Experts Analysis

Dr. Anthony Fauci
Metode test-negatif merupakan standar emas dalam penelitian efektivitas vaksin yang telah teruji dan diterima luas, sehingga menolak hasil berdasarkan kritik yang tidak berdasar dapat menghambat kemajuan ilmiah.
Dr. Helen Y. Chu
Penggunaan desain test-negatif sudah terbukti dan sangat efektif dalam memahami efektivitas vaksin selama pandemi, kritik yang dilontarkan harus dipertimbangkan secara ilmiah tanpa mengabaikan validitas metode tersebut.
Editorial Note
Kritik Bhattacharya tampak lebih didasarkan pada opini pribadi daripada pemahaman mendalam terhadap metodologi yang telah mapan dan terpercaya secara ilmiah. Memblokir studi berskala nasional hanya karena keberatan metodologis yang berlebihan bisa menghambat kemajuan publikasi data penting tentang efektivitas vaksin.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.