Perombakan ACIP Oleh RFK Jr. Bisa Mengancam Program Vaksin AS
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
12 Jun 2025
263 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Perubahan anggota ACIP dapat mempengaruhi kebijakan vaksinasi di AS.
Kekhawatiran muncul tentang kehilangan keahlian dan pengalaman di dalam komite.
Skeptisisme terhadap vaksin dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap imunisasi.
Robert F. Kennedy Jr., kepala HHS AS yang juga dikenal sebagai skeptis vaksin, baru-baru ini mengganti seluruh anggota Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) dengan anggota yang banyak memiliki pandangan negatif atau ragu terhadap vaksin, khususnya vaksin COVID-19. ACIP sendiri memiliki peranan penting dalam menentukan jadwal vaksinasi yang diterapkan di negara tersebut.
Beberapa anggota baru yang dipercaya RFK Jr. bahkan pernah menulis karya-karya yang meragukan keefektifan dan keamanan vaksin COVID-19. Hal ini langsung memicu kekhawatiran dari para ahli penyakit menular, dokter, dan epidemiolog yang menilai perubahan ini dapat membawa kemunduran besar dalam program imunisasi masyarakat Amerika.
Selain itu, rekomendasi ACIP sangat menentukan apakah vaksin dapat ditanggung oleh asuransi dan ketersediaannya di berbagai fasilitas kesehatan dan apotek. Jika rekomendasi menjadi lebih ketat atau bahkan mengurangi dosis dan jenis vaksin, pasokan dan penggunaan vaksin bisa turun drastis, sehingga risiko wabah penyakit menular meningkat.
Para ahli juga menyanggah klaim RFK Jr. yang menuduh adanya konflik kepentingan pada anggota ACIP lama. Mereka menegaskan bahwa ACIP selama ini telah menjalankan proses seleksi dan regulasi yang ketat, termasuk aturan mengenai konflik kepentingan. Mereka pun menyoroti bahwa anggota baru lebih berpotensi tunduk pada pengaruh dari RFK Jr.
Dengan mulai digelarnya rapat ACIP yang akan mengevaluasi vaksin COVID-19 dan lainnya pada Juni 2023, masa depan jadwal vaksin anak-anak dan orang dewasa di Amerika menjadi tidak pasti. Para ahli berharap agar keputusan yang diambil tetap berdasarkan ilmu pengetahuan yang kuat demi melindungi kesehatan masyarakat.
