Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Otot Buatan Cerdas yang Meniru Otot Manusia untuk Robot Humanoid Adaptif

Teknologi
Robotika
News Publisher
11 Mei 2026
175 dibaca
2 menit
Otot Buatan Cerdas yang Meniru Otot Manusia untuk Robot Humanoid Adaptif

TLDR

Otot buatan cerdas menggabungkan fungsi penggerak dan sensor dalam satu struktur.
Sistem ini memberikan robot kemampuan untuk merespons secara lebih alami terhadap perubahan kekuatan dan kontak.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan distribusi panas dan perilaku mekanis elastomer kristal cair.
Peneliti di Seoul National University berhasil mengembangkan otot buatan cerdas yang meniru sistem otot-urat biologis dengan menggabungkan aktuasi dan sensing dalam satu struktur menggunakan liquid crystal elastomers dan saluran logam cair. Teknologi ini memungkinkan otot buatan untuk berkontraksi saat diberi stimulasi listrik sekaligus mengukur gaya dan panjang otot secara real time tanpa perlu sensor eksternal. Sistem ini memberikan robot kemampuan sensing internal yang penting untuk gerakan yang lebih alami dan presisi.Demonstrasi menggunakan jari dan gripper robot yang digerakkan oleh dua otot buatan yang saling berlawanan menunjukkan kemampuan mengambil objek dengan lembut dan mengidentifikasi ukuran serta kekakuannya secara mandiri. Penataan ini meniru cara kerja otot biologis yang memungkinkan kontrol gerakan yang lebih cepat dan tepat. Namun, peneliti mencatat terdapat masalah dalam penanganan panas yang menyebabkan drift gaya dan kesalahan pelacakan, sehingga perlu dilakukan pengembangan metode pendinginan efektif.Kombinasi sensing dan aktuasi dalam satu struktur ini membawa kemajuan penting dalam pengembangan robot humanoid dan sistem asistif yang mampu berinteraksi lebih alami dengan lingkungannya. Dengan penyempurnaan model mekanik dan teknologi pendinginan, teknologi otot buatan ini berpotensi merevolusi bidang robotika dengan menciptakan mesin yang lebih adaptif, responsif, dan efisien dalam pengendalian gerak.

Experts Analysis

Hiroshi Ishiguro (Robotics Expert)
Integrasi sensing internal dalam aktuator adalah langkah kunci menuju robot yang benar-benar otonom dan adaptif, membuka peluang baru dalam interaksi manusia-robot yang lebih halus dan aman.
Cynthia Breazeal (Social Robotics)
Kemampuan robot untuk secara real time mengenali dan menyesuaikan gerakan berdasar sensasi internal membawa perkembangan besar dalam menciptakan robot yang bisa berinteraksi secara natural dan empatik dengan manusia.
Editorial Note
Penggabungan sensing dan aktuasi dalam satu struktur otot buatan merupakan kemajuan signifikan yang dapat menyederhanakan sistem kontrol robotik dan meningkatkan responsivitasnya. Namun, tantangan pendinginan dan akurasi model harus segera diatasi agar teknologi ini bisa diaplikasikan secara luas di robot humanoid dan perangkat assistive yang membutuhkan gerakan presisi tinggi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.