Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Robot Biohybrid MIT Ditingkatkan dengan Tendon Hidrogel Kuat dan Fleksibel

Teknologi
Robotika
robotics (4mo ago) robotics (4mo ago)
02 Des 2025
285 dibaca
2 menit
Robot Biohybrid MIT Ditingkatkan dengan Tendon Hidrogel Kuat dan Fleksibel

Rangkuman 15 Detik

Tendon buatan dari hidrogel meningkatkan kinerja robot biohybrid secara signifikan.
Desain modular memungkinkan pengembangan aplikasi robotik yang lebih luas.
Penggunaan otot lab yang lebih kecil dengan tendon buatan meningkatkan rasio daya terhadap berat.
Para insinyur di MIT berhasil mengembangkan otot dan tendon buatan yang dapat meningkatkan performa robot biohybrid secara signifikan. Robot biohybrid adalah robot yang menggunakan kombinasi otot hidup hasil laboratorium dan bagian mekanik. Dengan adanya tendon buatan dari hidrogel yang fleksibel dan kuat, robot ini bisa bergerak lebih cepat dan menghasilkan gaya yang jauh lebih besar daripada hanya menggunakan otot saja. Tendon buatan ini dirancang agar bisa menghubungkan otot yang tumbuh dalam laboratorium ke kerangka robot dengan cara yang modular dan mudah diganti. Desain ini memungkinkan robot melakukan gerakan seperti mencubit dengan kekuatan dan kecepatan yang jauh lebih baik. Contohnya, gripper robot bisa bergerak tiga kali lebih cepat dan menghasilkan gaya 30 kali lebih besar daripada saat hanya mengandalkan otot hidup. Untuk menciptakan tendon ini, tim peneliti memanfaatkan hidrogel khusus yang dikembangkan oleh laboratorium Xuanhe Zhao, yang dikenal karena membuat gel yang tahan lama, elastis, dan dapat menempel pada jaringan biologis maupun bahan sintetik. Mereka juga menggunakan simulasi untuk menentukan kekakuan yang tepat agar tendon bisa memberikan kekuatan maksimal tanpa merusak otot. Ketika otot laboratorium kontraksi, tendon ini mampu menyalurkan gaya secara efisien dan membantu robot melakukan gerakan dengan daya tahan tinggi, yakni lebih dari 7.000 kali tanpa mengalami kerusakan. Hal ini meningkatkan rasio daya-berat robot sebanyak 11 kali, sehingga robot tidak perlu otot besar untuk menghasilkan output yang besar. Penemuan ini menjanjikan pengembangan robot biohybrid yang lebih kuat, tahan lama, dan mudah disesuaikan untuk berbagai aplikasi. Tim MIT, yang dipimpin Ritu Raman, juga sedang mengerjakan elemen tambahan seperti pelindung mirip kulit untuk membuat robot semakin mendekati aplikasi nyata di masa depan.

Analisis Ahli

Simone Schürle-Finke
Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan transmisi gaya, daya tahan, dan modularitas, yang merupakan kunci dalam pengembangan robot biohybrid praktis.