AI summary
Indonesia memiliki potensi besar dalam mengadopsi AI berkat kemampuannya untuk berinovasi. Agentic AI dapat menjadi pengganda produktivitas yang kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Penting untuk membangun kemampuan AI domestik dan meningkatkan pengembangan bakat untuk mencapai tujuan ini. Indonesia saat ini berada dalam posisi strategis sebagai 'rising contender' dalam persaingan global AI dengan fokus pada pengembangan agentic AI yang mampu menjalankan tugas secara otonom dalam parameter tertentu. Kementerian Kominfo telah merancang roadmap nasional yang mengidentifikasi elemen penting dan sektor prioritas untuk mengadopsi AI secara luas di tanah air.Agentic AI diperkirakan akan menggandakan perannya dalam nilai AI global dari 17% pada 2025 menjadi 29% pada 2028, dengan aplikasi utama di layanan pelanggan dan pemasaran digital. Telkom dan Pertamina sudah mulai mengintegrasikan solusi AI untuk transformasi digital, menunjukkan kemajuan praktik di lapangan.Keberhasilan Indonesia dalam mengadopsi agentic AI akan sangat bergantung pada empat prioritas strategis yaitu membangun kapabilitas AI kedaulatan, pengembangan talenta lokal dan global, skala platform nasional terintegrasi, serta regulasi inovatif yang berorientasi pada etika dan inklusivitas. Jika dijalankan dengan baik, AI dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan modernisasi layanan publik.
Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di era baru AI jika mampu memadukan teknologi global dengan pengembangan lokal secara strategis. Namun, tanpa perbaikan signifikan pada infrastruktur digital dan penguatan ekosistem talenta, percepatan adopsi agentic AI berisiko terhambat dan kehilangan momentum kompetitif.