TLDR
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat data center AI di kawasan ASEAN. Pengembangan infrastruktur dan insentif fiskal penting untuk mendorong pertumbuhan sektor teknologi di Indonesia. Pentingnya menjaga keseimbangan teknologi untuk mencegah ketidakseimbangan sosial di era kecerdasan buatan. Indonesia saat ini memiliki sumber daya yang sangat memadai untuk pembangunan data center khusus kecerdasan buatan, seperti lahan yang luas, serta sumber air dan energi yang cukup besar. Hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pusat regional data center di ASEAN.Dalam pengembangan AI, terdapat empat pilar utama yang menjadi tumpuan, yaitu konektivitas (connectivity), kapasitas komputasi (compute), konteks (context), dan kompetensi (competency). Pemerintah Indonesia fokus mengembangkan keempat aspek ini secara bersamaan.Pemerintah mendukung pembangunan data center dan infrastruktur teknologi dengan memberikan insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance. Selain itu, kolaborasi dengan perusahaan global serta program pelatihan untuk talenta digital juga sedang digalakkan.Ekonomi digital Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat, dengan nilai transaksi digital (GMV) yang diperkirakan mendekati 100 miliar US dollar pada tahun 2025 dan peningkatan pendapatan signifikan di sektor aplikasi yang menggunakan AI.Pemerintah juga menyusun Peta Jalan Kecerdasan Buatan guna memastikan penggunaan teknologi AI yang berimbang dan berkeadilan, sehingga teknologi ini dapat mendukung transformasi ekonomi nasional tanpa menimbulkan ketimpangan sosial.