Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Inovasi Anoda Baterai Sodium dari Limbah Ponsel dan Lignin di China

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
News Publisher
07 Mei 2026
126 dibaca
1 menit
Inovasi Anoda Baterai Sodium dari Limbah Ponsel dan Lignin di China

AI summary

Material anoda baru yang dikembangkan dari limbah menawarkan solusi berkelanjutan untuk industri penyimpanan energi.
Baterai natrium-ion memiliki potensi untuk menggantikan baterai lithium-ion dalam banyak aplikasi karena biaya dan ketersediaan natrium.
Penggunaan strategi 'dari limbah ke limbah' dapat mengurangi dampak lingkungan dari limbah elektronik dan biomassa.
Para peneliti di China berhasil mengembangkan material anoda untuk baterai sodium-ion dengan memanfaatkan limbah baterai ponsel dan lignin industri yang sebelumnya dibuang. Mereka menciptakan komposit NiCo2S4/Co9S8@LC50 yang memadukan logam dari baterai ponsel bekas dan karbon dari lignin, membentuk struktur berpori yang mendukung kinerja baterai.Proses produksi melibatkan ekstraksi NiCo2S4 dari baterai bekas dan pengolahan lignin melalui karbonisasi, menghasilkan struktur dual-sulfide dengan kain karbon pembungkus. Material ini menunjukkan kapasitas discharge awal hingga 1.062,8 mAh g⁻¹ dan stabilitas yang relatif baik selama ratusan siklus pengisian daya pada pengujian laboratorium.Penemuan ini membuka peluang baru untuk baterai sodium-ion yang lebih murah dan ramah lingkungan sebagai alternatif lithium-ion. Pendekatan ini juga mendukung daur ulang limbah elektronik dan biomassa secara bersamaan, yang berpotensi mengurangi dampak lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan penyimpanan energi masa depan.

Experts Analysis

Prof. Zhang Wei (Ahli Material Baterai, Tsinghua University)
Penggunaan dual-sulfide heterostructure terbukti meningkatkan konduktivitas dan kapasitas penyimpanan ion. Pendekatan penggunaan limbah sebagai bahan baku sejalan dengan tren pengembangan energi berkelanjutan yang sangat dibutuhkan saat ini.
Editorial Note
Pendekatan waste-to-waste ini merupakan terobosan penting yang tidak hanya mengatasi masalah limbah elektronik dan biomassa tapi juga menawarkan solusi praktis untuk tantangan energi global. Namun, stabilitas siklus yang masih terbatas harus ditingkatkan agar teknologi ini dapat kompetitif dengan baterai lithium dan memenuhi kebutuhan aplikasi skala besar.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.