Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ripple Bagikan Intelijen Bahaya Hacker Korea Utara Untuk Lindungi Industri Kripto

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
05 Mei 2026
1088 dibaca
1 menit
Ripple Bagikan Intelijen Bahaya Hacker Korea Utara Untuk Lindungi Industri Kripto

TLDR

Kolaborasi dalam berbagi intelijen ancaman sangat penting untuk meningkatkan keamanan di industri kripto.
Metode serangan peretas semakin beralih dari eksploitasi teknis menjadi infiltrasi sosial.
Serangan siber dari kelompok berbahaya seperti Lazarus Group dapat memiliki dampak besar pada ekonomi kripto.
Ripple mengumumkan bahwa mereka kini membagikan data intelijen internal terkait ancaman dari peretas Korea Utara kepada seluruh industri kripto melalui Crypto ISAC. Metode serangan bergeser dari eksploitasi teknologi ke manipulasi langsung terhadap manusia yang bekerja di perusahaan kripto.Kasus peretasan Drift dan Kelp yang menyebabkan kerugian gabungan lebih dari 577 juta dolar terjadi karena peretas mengelabui staf dan memasang malware tanpa terdeteksi oleh alat keamanan tradisional. Ripple menyediakan data seperti profil LinkedIn, alamat email, dan kontak untuk mengenali pelaku berulang di berbagai perusahaan.Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama keamanan lintas perusahaan dan mempersempit ruang gerak peretas. Namun, dampaknya terhadap perlambatan kampanye peretasan masih dipertanyakan mengingat para pelaku bisa saja sudah melanjutkan ke target baru.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.