Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Korea Utara Terus Merambah Dunia Kripto dengan Serangan Canggih

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (11h ago) cryptocurrency (11h ago)
12 Apr 2026
67 dibaca
1 menit
Mengapa Korea Utara Terus Merambah Dunia Kripto dengan Serangan Canggih

Rangkuman 15 Detik

Korea Utara menggunakan peretasan crypto sebagai sumber pendanaan utama karena sanksi internasional.
Modus operandi peretas Korea Utara melibatkan infiltrasi jangka panjang dan membangun hubungan untuk mencapai target.
Keamanan dalam industri crypto masih menjadi tantangan besar, terutama dalam menghadapi taktik peretasan yang canggih.
Korea Utara menjalankan kampanye infiltrasi rahasia selama enam bulan yang menargetkan sistem blockchain dan ekosistem kripto publik. Serangan ini berbeda dengan tindakan negara lain yang umumnya menggunakan kripto untuk menghindari sanksi, karena Korea Utara justru melakukan pencurian besar untuk mendapatkan uang tunai langsung. Sanksi internasional yang ketat membuat Korea Utara kehilangan akses ekonomi dan perdagangan, sehingga kripto menjadi sumber pendapatan utama yang sulit terlacak untuk mendanai program senjata nuklir dan misil balistik mereka. Operasi mereka melibatkan teknik infiltrasi canggih seperti pembangunan hubungan jangka panjang dan manipulasi rantai pasokan untuk mengakses infrastruktur penting. Karena transaksi kripto bersifat final tanpa kemungkinan pembatalan, peretasan ini sulit dihentikan jika sudah terjadi. Selain itu, industrinya yang masih kekurangan regulasi dan tata kelola yang ketat membuka peluang besar bagi operasi spionase dan kejahatan siber yang dilakukan oleh Korea Utara. Situasi ini memaksa peningkatan keamanan dan pengawasan dalam dunia kripto agar lebih tahan terhadap serangan tersebut.

Analisis Ahli

Dave Schwed
Korea Utara tidak punya pilihan selain mencuri langsung dari sistem kripto karena mereka butuh uang tunai keras, bukan sekedar cara pembayaran.
Alexander Urbelis
Fokus Korea Utara pada akses kunci dan infrastruktur kripto membuat mereka berbeda dari Iran dan Rusia yang lebih menggunakan kripto sebagai alat bukan target.