Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Samsung Kuasai Pasar Smartphone Global, Apple Kejar Ketat di 2026

Teknologi
Gadgets dan Wearable
News Publisher
04 Mei 2026
34 dibaca
1 menit
Samsung Kuasai Pasar Smartphone Global, Apple Kejar Ketat di 2026

AI summary

Samsung menguasai pasar smartphone global berkat peluncuran seri Galaxy S26.
Apple mencatat pertumbuhan yang kuat dengan iPhone 17, terutama di pasar Eropa dan Jepang.
Honor menunjukkan pertumbuhan tercepat meskipun ada tantangan di pasar China.
Samsung berhasil menguasai 22% pangsa pasar smartphone global pada kuartal I tahun 2026 dengan pengiriman 65,4 juta unit. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh seri premium Galaxy S26 dan seri A untuk pasar berkembang. Sementara Apple berada di posisi kedua dengan pengiriman 60,4 juta unit dan pangsa pasar 20%, didukung oleh seri iPhone 17.Vendor China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo mengalami penurunan pengiriman masing-masing sebesar 19%, 6%, dan 7% secara tahunan. Namun, Honor justru mencatat pertumbuhan tercepat karena peningkatan pengiriman di Timur Tengah dan Afrika. Pasar smartphone global secara keseluruhan tumbuh tipis 1% dengan total pengiriman mencapai 298,5 juta unit.Kondisi makro ekonomi seperti inflasi mempengaruhi permintaan konsumen sehingga terjadi ketidakcocokan antara target distribusi dan penjualan aktual. Samsung dan Apple memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat penjualan mereka sebelum biaya komponen naik lebih tinggi, sementara merek China harus beradaptasi menghadapi tekanan pasar dan persaingan ketat.

Experts Analysis

Analis Industri Teknologi Gartner
Samsung dan Apple mendominasi pasar karena fokus mereka pada inovasi produk dan pasar premium, sementara merek China perlu memperkuat diferensiasi dan layanan purna jual untuk menarik lebih banyak konsumen.
Editorial Note
Samsung dan Apple berhasil memanfaatkan permintaan produk premium di pasar global meski kondisi ekonomi membatasi konsumsi masyarakat. Namun, vendor China harus lebih inovatif dan agresif dalam penetrasi pasar agar tidak terus mengalami penurunan pengiriman unit.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.