Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apple dan Samsung Kuasai Pasar Smartphone Global, Oppo Alami Penurunan

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (2mo ago) gadgets-and-wearable (2mo ago)
21 Jan 2026
137 dibaca
2 menit
Apple dan Samsung Kuasai Pasar Smartphone Global, Oppo Alami Penurunan

Rangkuman 15 Detik

Apple dan Samsung semakin mendominasi pasar smartphone global, meninggalkan merek-merek China.
Oppo mengalami penurunan kinerja yang signifikan dibandingkan dengan merek lainnya.
Pasar smartphone global menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan stabilitas setelah pandemi.
Pasar smartphone global menunjukkan tren stabil di tahun 2025 dengan pertumbuhan keseluruhan sebesar 2% YoY setelah masa pandemi Covid-19. Faktor utama yang mendukung pertumbuhan ini adalah strategi pemasaran yang efektif, adopsi teknologi 5G di negara berkembang, dan peningkatan pembelian di segmen ponsel premium. Apple berhasil mencatat pertumbuhan sebesar 10% YoY dengan pangsa pasar mencapai 20%. Kesuksesan ini berkat peluncuran seri iPhone 17 pada September 2025 yang menawarkan inovasi baru dibandingkan dengan seri iPhone 16 yang kurang inovatif dan minim fitur AI. Samsung mempertahankan posisi kedua dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan positif 5%. Di sisi lain, Xiaomi mengalami stagnasi dengan pangsa pasar 13%, sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 14%. Sedangkan Vivo tumbuh tipis 3%, dengan pangsa pasar stabil di angka 8%. Oppo mengalami kinerja paling buruk dengan penurunan distribusi sebesar 4% YoY dan berada di posisi kelima. Kinerja yang lesu ini menunjukkan tantangan yang harus dihadapi merek China tersebut untuk bersaing kembali dengan Apple dan Samsung. Tekanan kebijakan tarif dari pemerintahan AS sempat mempengaruhi pasar smartphone di awal 2025, namun dampaknya berkurang seiring waktu dan strategi produsen. Pertumbuhan juga berbeda-beda di setiap wilayah, dengan pasar signifikan di Jepang, Timur Tengah, Afrika, dan beberapa negara Asia.

Analisis Ahli

Varun Mishra
Pertumbuhan Apple di 2025 didorong ekspansi dan permintaan yang meningkat di negara berkembang, dengan portofolio produk yang lebih kuat mendukung kinerja positif.