Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apple Bangkit Berkat iPhone 17 dan Ekspansi Pasar Berkembang

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (2mo ago) gadgets-and-wearable (2mo ago)
29 Jan 2026
21 dibaca
2 menit
Apple Bangkit Berkat iPhone 17 dan Ekspansi Pasar Berkembang

Rangkuman 15 Detik

Peluncuran iPhone 17 berhasil meningkatkan penjualan Apple setelah penurunan akibat iPhone 16.
Apple mencatat pertumbuhan yang signifikan di pasar China dan negara berkembang.
Kolaborasi dengan Google untuk pengembangan AI menunjukkan fokus Apple pada inovasi teknologi.
Apple sempat mengalami penurunan penjualan karena kurangnya inovasi di seri iPhone 16 yang membuat perusahaan harus menghadapi persaingan ketat dari ponsel Android. Namun, peluncuran seri iPhone 17 mampu mengembalikan antusiasme konsumen dan meningkatkan penjualan Apple secara signifikan. Penjualan iPhone 17 melonjak terutama karena adanya desain kamera yang baru dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar, khususnya pada varian Pro. Hal ini mampu menarik perhatian pelanggan di pasar China dan negara berkembang yang menjadi fokus ekspansi Apple. Menurut analis dari LSEG, Apple mencatat kenaikan penjualan iPhone sebesar 13,8% pada kuartal terakhir tahun 2025, menjadikannya pertumbuhan terbaik selama lebih dari empat tahun. Pendapatan total perusahaan juga diperkirakan meningkat 11,4%, mencapai Rp 2.31 quadriliun (US$138,43 miliar) . Pasar China sebagai salah satu pasar terbesar Apple juga menunjukkan pertumbuhan kuat dengan peningkatan penjualan sekitar 15%. Di sisi lain, Apple juga mengembangkan teknologi AI-nya dengan bekerja sama bersama Google untuk meningkatkan fitur Siri dan Apple Intelligence dengan teknologi Gemini. Dalam pasar global smartphone, Apple kini memimpin dengan pangsa pasar mencapai 20%, mengalahkan Samsung di posisi kedua dengan 19%. Diikuti oleh pabrikan China seperti Xiaomi, vivo, dan Oppo, yang menunjukkan pertumbuhan pasang surut di tengah persaingan ketat segmen premium.

Analisis Ahli

Varun Mishra
Pertumbuhan Apple di 2025 didorong ekspansi dan permintaan yang meningkat di negara-negara berkembang, didukung campuran portofolio produk yang lebih kuat.