AI summary
Penelitian ini memperkenalkan pendekatan etis untuk mempelajari infeksi influenza pada spesies liar. Organoid dapat digunakan untuk mengidentifikasi spesies yang rentan terhadap infeksi virus influenza dan memahami mekanisme adaptasi virus. Temuan tentang mutasi virus di dalam sel hewan menunjukkan potensi risiko bagi kesehatan manusia dan hewan dalam konteks pandemi. Peneliti dari Centre de Recerca en Sanitat Animal menggunakan organoid saluran napas untuk menguji infeksi virus influenza pada 10 spesies hewan tanpa menyakiti hewan hidup. Metode ini mengatasi keterbatasan etis dan praktis dalam studi infeksi pada hewan yang dilindungi atau langka. Ini merupakan langkah baru yang penting dalam penelitian virus flu lintas spesies.Organoid yang ditumbuhkan dari jaringan paru atau trakea pascamatinya mengungkap beragam tingkat kerentanan terhadap virus influenza A tipe H1N1 dan H5N1. Spesies seperti serigala Iberia dan dama gazelle sangat rentan, sedangkan alpaca dan Goeldi’s monkey menunjukkan virus dapat bereplikasi tanpa menyebabkan kematian sel signifikan. Virus menunjukkan mutasi spesifik inang, terutama pada Goeldi’s monkey yang mengalami adaptasi reseptor khusus.Penemuan ini meningkatkan kesiapsiagaan pandemi dengan menyediakan perpustakaan organoid beku yang dapat digunakan untuk skrining cepat risiko virus pada satwa liar dan ternak. Ini juga memungkinkan analisis mendalam perbedaan kerentanan antar spesies yang sebelumnya sulit dijangkau. Jadi, metode ini menjanjikan dampak besar dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran virus flu di masa depan.
Penggunaan organoid adalah terobosan etis dan teknis yang sangat diperlukan untuk memahami perilaku virus influenza di inang yang beragam tanpa merugikan hewan. Namun, tantangan berikutnya adalah mengintegrasikan data ini dengan faktor ekologi dan perilaku hewan untuk prediksi risiko yang lebih akurat.