TLDR
Mikromotor yang dikembangkan dapat menangkap uranium dengan efisiensi tinggi. Teknologi ini menawarkan pendekatan baru dan lebih ramah lingkungan untuk ekstraksi sumber daya. Pengembangan ini menjadi langkah penting bagi Cina dalam memastikan pasokan uranium untuk kebutuhan energi nuklir. Para peneliti di Chinese Academy of Sciences berhasil mengembangkan micromotor berbasis MOF yang bergerak di air dan mampu menangkap ion uranium secara aktif. Sistem ini menggunakan energi cahaya untuk mempercepat pergerakannya, meningkatkan efisiensi ekstraksi uranium yang sangat rendah kadarnya dalam air laut.Micromotor berukuran sekitar 2 mikrometer ini memanfaatkan hidrogen peroksida sebagai bahan bakar dan menghasilkan kecepatan hingga 7 mikrometer per detik yang dapat bertambah dua kali lipat dengan cahaya. Dalam pengujian laboratorium, micromotor menunjukkan kemampuan menangkap uranium hingga 406 mg per gram dan mengubahnya menjadi bentuk mineral yang stabil.Inovasi ini menawarkan pendekatan ekstraksi uranium yang lebih energiekonomis dan ramah lingkungan dibanding metode pasif konvensional. Meskipun menghadapi kendala dalam lingkungan salinitas tinggi, teknologi ini membuka peluang pengembangan lanjutan untuk aplikasi nyata dan perlu disempurnakan agar dapat berskala besar.