Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Dorong Pemberdayaan Perempuan Indonesia Lewat Digitalisasi Keuangan dan Fintech

Finansial
Perencanaan Keuangan
News Publisher
25 Apr 2026
275 dibaca
1 menit
Dorong Pemberdayaan Perempuan Indonesia Lewat Digitalisasi Keuangan dan Fintech

AI summary

Pemberdayaan perempuan dalam perekonomian sangat penting dan dapat dicapai melalui digitalisasi keuangan.
Fintech memiliki potensi besar untuk meningkatkan akses perempuan terhadap keuangan.
Tantangan yang dihadapi perempuan dalam sektor keuangan perlu diatasi melalui edukasi dan perlindungan konsumen.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan tekadnya untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan Indonesia dalam ekonomi melalui digitalisasi keuangan. Hal ini disampaikan saat ia memberikan keynote speech pada Top Women Fest 2026 di Jakarta Pusat.Menurut Friderica, fintech menjadi kunci utama membuka akses keuangan yang lebih mudah bagi perempuan, khususnya ibu-ibu yang memiliki peran strategis dalam pemanfaatan teknologi finansial. Namun, masih banyak tantangan terkait rendahnya literasi keuangan, sehingga perempuan rentan menjadi korban penipuan, termasuk belanja online dan pendanaan bodong.OJK mendorong kolaborasi semua pihak untuk memberdayakan perempuan agar dapat sukses secara ekonomi dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Ke depan, program edukasi dan kemudahan akses fintech diharapkan dapat mengurangi risiko penipuan sekaligus meningkatkan partisipasi perempuan dalam ekonomi digital.

Experts Analysis

Sri Mulyani Indrawati
Pemberdayaan ekonomi perempuan harus menjadi prioritas nasional karena berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pengurangan kemiskinan.
Martha Tilaar
Jika perempuan mendapatkan akses dan edukasi yang tepat, mereka bukan hanya konsumen, tetapi juga penggerak utama dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Editorial Note
Digitalisasi keuangan memang merupakan terobosan penting untuk memberdayakan perempuan, namun tanpa peningkatan literasi yang memadai, risiko eksploitasi dan penipuan akan terus mengancam. OJK dan para pelaku fintech perlu berkolaborasi secara intensif untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan aman bagi perempuan Indonesia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.