AFPI Tampil di Hong Kong FinTech Week 2025 Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
07 Nov 2025
264 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Partisipasi Indonesia di HKFW 2025 menunjukkan komitmen untuk menjadi pusat fintech di Asia Tenggara.
Edukasi kepada Pekerja Migran Indonesia sangat penting agar mereka memahami risiko pinjaman daring.
Kolaborasi internasional dapat mempercepat perkembangan dan inklusi keuangan di Indonesia.
AFPI atau Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia menjadi perwakilan resmi Indonesia dalam acara Hong Kong FinTech Week 2025, sebuah konferensi dan pameran fintech terbesar dunia yang mempertemukan berbagai regulator, investor, dan pelaku industri keuangan digital global. Hal ini merupakan sebuah langkah strategis untuk meningkatkan posisi Indonesia di bidang fintech lending di Asia Tenggara.
Dalam event ini, AFPI bersama sejumlah anggotanya seperti Amartha, Pinjamin, Privy, dan MonetaPay memamerkan model bisnis fintech lending Indonesia yang inovatif, berkelanjutan, dan fokus pada perlindungan konsumen. Mereka juga menekankan pentingnya inklusi keuangan yang menjangkau pelaku UMKM dan masyarakat yang belum terlayani secara formal oleh lembaga keuangan.
Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar untuk promosi, tapi menjadi ajang memperluas kemitraan internasional agar ekosistem fintech Indonesia semakin kompetitif. Selain itu, kolaborasi dengan Hong Kong sebagai pusat keuangan penting di Asia akan membantu percepatan pengembangan sektor fintech di Indonesia.
Selain pameran, AFPI juga memberikan edukasi kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong tentang pentingnya menggunakan pinjaman daring yang legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Edukasi ini bertujuan menghindarkan PMI dari tawaran pinjol ilegal yang berisiko bunga tinggi dan penagihan tidak etis.
Secara keseluruhan, keikutsertaan AFPI dan anggotanya dalam HKFW 2025 diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat fintech lending di Asia Tenggara dan membuka peluang investasi serta kerja sama berkelanjutan dengan berbagai pihak internasional.
Analisis Ahli
Riko Reksodiputro (Fintech Analyst Indonesia)
Partisipasi AFPI di level global akan membuka pintu kolaborasi strategis yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan standar tata kelola fintech lending di Indonesia, melindungi konsumen dan memperkuat kepercayaan pasar.

