Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

DNA Neanderthal dalam Otak Manusia Modern: Perlindungan dan Risiko Kesehatan Mental

Sains
Neurosains and Psikologi
neuroscience-and-psychology (1d ago) neuroscience-and-psychology (1d ago)
21 Apr 2026
308 dibaca
1 menit
DNA Neanderthal dalam Otak Manusia Modern: Perlindungan dan Risiko Kesehatan Mental

Rangkuman 15 Detik

DNA Neanderthal masih berpengaruh pada kesehatan mental manusia modern.
Varian genetik tertentu dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa kondisi mental namun juga meningkatkan risiko terhadap yang lainnya.
Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman genetik dalam konteks perkembangan neurologis.
Penelitian menemukan bahwa sekitar 2% genom manusia modern non-Afrika masih mengandung DNA Neanderthal. DNA ini ditemukan memengaruhi struktur dan perkembangan otak, khususnya di bagian korteks oksipital dan parietal. Analisis pemindaian otak terhadap 40 ribu individu di Inggris mengidentifikasi 28 posisi genom yang terkait dengan morfologi otak dan ciri neurologis. Gen DAAM1 pada kromosom 14 dan gen PRDM5 pada kromosom 4 menunjukkan dampak signifikan pada aspek kesehatan mental manusia. Penemuan ini menunjukkan DNA Neanderthal memberikan perlindungan terhadap schizophrenia sekaligus meningkatkan risiko depresi berat dan kecanduan. Studi ini penting karena membuka potensi pengembangan terapi kesehatan mental yang berbasis genetika lintas spesies.

Analisis Ahli

Dr. John Hawks (Ahli Paleoantropologi)
Temuan ini menegaskan bahwa interaksi antara Homo sapiens dan Neanderthal berdampak lebih lanjut daripada yang kita kira, tidak hanya secara fisik tapi juga neurologis dan psikologis.
Prof. Svante Pääbo (Pelopor Genetika Evolusioner)
Analisis genom Neanderthal menunjukkan warisan genetik yang berkontribusi terhadap variasi neurologis pada manusia modern, memberi wawasan atas adaptasi dan kerentanan kesehatan.