Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

L3Harris Tampilkan Sistem Perang Elektronik Otonom Dengan AI di Melbourne

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (6h ago) electronic-vehicles-and-batteries (6h ago)
20 Apr 2026
200 dibaca
1 menit
L3Harris Tampilkan Sistem Perang Elektronik Otonom Dengan AI di Melbourne

Rangkuman 15 Detik

Perang elektronik otonom dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi dalam menanggapi ancaman.
Integrasi AI dalam sistem perang elektronik memungkinkan kolaborasi yang lebih baik antara platform tak berawak.
L3Harris Technologies menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi perang elektronik dengan demonstrasi sistem Deceptor.
L3Harris Technologies baru-baru ini mendemonstrasikan sistem perang elektronik (EW) otonom yang dapat mendeteksi, melokalisasi, dan menetralisir ancaman secara real-time. Demonstrasi dilakukan selama percobaan bersama U.S. Army menggunakan payload EW Deceptor yang berbasis perangkat lunak dan dioperasikan pada berbagai sistem udara tak berawak. Sistem ini berjalan dalam ekosistem Distributed Spectrum Collaboration and Operations (DiSCO) yang memungkinkan sensor dan efek EW terintegrasi berbasis AI untuk beroperasi secara kolaboratif di medan tempur. Deceptor menggunakan perangkat keras komersial dan desain modular agar bisa diintegrasikan dengan cepat di platform udara, darat, maupun maritim. Penerapan EW otonom ini menawarkan kecepatan dan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan metode tradisional yang bergantung pada operator manusia. Sistem ini diprediksi akan mengubah cara peperangan elektronik dilakukan dengan mempercepat reaksi, meningkatkan perlindungan komunikasi, dan mengganggu jaringan radar lawan secara efektif.

Analisis Ahli

Dr. Michael O'Hanlon (Ahli Kebijakan Pertahanan)
Penggunaan sistem EW yang otonom dan berbasis AI akan menjadi game-changer dalam pertempuran masa depan, menawarkan kecepatan respon yang belum pernah dicapai sebelumnya serta memperkecil risiko kesalahan manusia.
Prof. Linda Gustafson (Pakar Sistem Autonomi Militer)
Mengintegrasikan kemampuan deteksi dan jamming sekaligus dalam satu perangkat seperti Deceptor adalah langkah maju menuju operasi multi-spektrum yang terkoordinasi dan efisien dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.