TLDR
Transformasi RHIC menjadi EIC menandai langkah penting dalam penelitian fisika partikel. Penggunaan kembali komponen RHIC untuk EIC diharapkan dapat menghemat biaya dan mempercepat waktu konstruksi. Detektor baru ePIC akan dibangun untuk analisis tumbukan di EIC, menggantikan detektor lama. Relativistic Heavy Ion Collider (RHIC) menyelesaikan run terakhirnya pada Februari 2026 sebagai langkah awal untuk transisi menjadi Electron-Ion Collider (EIC). Proses ini menandai akhir penggunaan RHIC dan permulaan proyek ambisius membangun akselerator partikel baru. Transformasi ini dilakukan di Brookhaven National Laboratory dengan tujuan memanfaatkan infrastruktur yang ada.Beberapa komponen utama RHIC seperti terowongan sepanjang 2,4 mil dan cincin magnet superkonduktor akan dipakai ulang untuk membangun EIC. Selain itu, detektor lama STAR dan sPHENIX akan dibongkar, sementara beberapa bagiannya akan disimpan dan digunakan kembali dalam detektor baru bernama ePIC. Pendekatan ini diharapkan mengurangi biaya dan mempercepat jadwal konstruksi.Proses pembongkaran dan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan dukungan tim teknisi dan insinyur ahli. Penggantian komponen memungkinkan instalasi sistem EIC berjalan paralel dengan pembongkaran RHIC. Keberhasilan proyek ini akan menjadikan EIC sebagai satu-satunya akselerator partikel dengan polaritas penuh di dunia dan membuka wawasan baru tentang gaya kuat serta struktur materi.