TLDR
Misi Artemis II mencetak rekor kecepatan reentry tercepat oleh kru astronot. NASA perlu mencari alternatif untuk pelindung panas Orion untuk misi mendatang. Pendekatan 'hardware rich' menjadi penting untuk fleksibilitas operasional dalam misi luar angkasa. Misi Artemis II berhasil membawa awak manusia melewati reentry ke atmosfer Bumi dengan kecepatan tertinggi dalam sejarah mencapai sekitar 25.000 mph. NASA memilih trajektori masuk yang lebih curam untuk mengurangi waktu paparan panas berlebih karena kerusakan heatshield Orion. Keberhasilan misi ini menandai tonggak penting dalam eksplorasi luar angkasa manusia.Heatshield Orion yang terbuat dari titanium dan Avcoat mengalami retak dan kehilangan material pada misi sebelumnya, menimbulkan kekhawatiran keselamatan besar. NASA dan kepala NASA Jared Isaacman menilai risiko tersebut dapat dikendalikan dengan modul lintasan baru dan strategi operasional yang 'hardware rich'. Namun beberapa ahli, seperti Charlie Camarda, menyuarakan kritik keras terhadap keputusan ini. Analisis dan evaluasi akan dilakukan lebih dalam setelah misi.Misi ini mengingatkan kembali pada era berisiko Apollo, dengan NASA berkomitmen untuk memperbaiki dan mengembangkan heatshield baru serta meningkatkan jumlah perangkat keras guna menambah fleksibilitas dan keamanan penerbangan manusia ke Bulan dan Mars. NASA juga berharap dapat meluncurkan misi Bulan setiap tahun ke depan dan memperkuat budaya transparansi serta akuntabilitas di dalam agensi.