Apple Blokir Aplikasi Vibe Coding, Pengembang Cari Cara Baru Bikin App
Teknologi
Pengembangan Software
14 Apr 2026
79 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Apple menerapkan kebijakan ketat terhadap aplikasi yang dapat mengunduh atau mengeksekusi kode, mempengaruhi banyak developer.
Anything berjuang untuk mendapatkan kembali aplikasi mereka di App Store dan mempertimbangkan platform lain seperti Android.
Kritik dari tokoh industri seperti Tim Sweeney menunjukkan ketidakpuasan yang lebih luas terhadap kebijakan Apple yang membatasi pengembangan alat.
Apple memblokir pembaruan dan menghapus beberapa aplikasi vibe coding yang memungkinkan pengguna membangun aplikasi langsung di iPhone mereka. Aplikasi seperti Replit, Vibecode, dan Anything terkena dampak karena dianggap melanggar aturan Apple yang melarang aplikasi mengeksekusi atau mengunduh kode secara langsung.
Anything dihapus lebih dari sekali dan mendapat alasan terkait klausul 2.5.2 dalam perjanjian pengembang Apple yang mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan untuk aplikasi berbahaya. Meskipun ada keluhan dan diskusi dengan Apple, penolakan tetap terjadi dan memaksa pengembang mencari solusi lain seperti aplikasi desktop dan pemanfaatan platform Android yang lebih terbuka.
Situasi ini menimbulkan perdebatan seputar kebebasan berinovasi dan kontrol ketat Apple terhadap App Store. Beberapa pihak termasuk CEO Epic Games mendesak Apple agar membuka pintu bagi aplikasi pengembangan. Ke depannya, Apple mungkin akan menyesuaikan kebijakan jika tekanan dari komunitas pengembang dan konsumen meningkat.
Analisis Ahli
Tim Sweeney
Apple perlu segera menghentikan pemblokiran terhadap aplikasi pengembangan agar inovasi dan ekosistem pengembang dapat tumbuh sehat.