Sceye Sukses Terbang 12 Hari di Stratosfer, Siap Sambungkan Dunia
Sains
Iklim dan Lingkungan
14 Apr 2026
79 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sceye berhasil menguji SE2 dalam penerbangan selama 12 hari di stratosfer.
Airship ini memiliki potensi untuk menyediakan konektivitas di daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan tradisional.
Program ketahanan Sceye adalah langkah penting menuju penerapan komersial teknologi HAPS.
Sceye berhasil menerbangkan airship bertenaga surya SE2 selama 12 hari melintasi 6.643.74 km (400 mil) dari New Mexico ke pantai Brasil pada ketinggian lebih dari 52.000 kaki. Misi ini merupakan bagian dari program Endurance mereka yang menguji kemampuan bertahan lama pesawat di stratosfer. Tujuan utama adalah untuk mengumpulkan data dan mempersiapkan penerbangan komersial berikutnya.
Pesawat udara SE2 menggunakan panel surya di bagian atas untuk mengisi baterai lithium-sulfur berkapasitas 425 Wh/kg yang menggerakkan baling-baling listrik di bagian belakang. Selama penerbangan, pesawat berhasil mempertahankan posisi dengan radius stasiun kurang dari 1 kilometer serta menyelesaikan siklus siang-malam penuh. Hal ini menunjukkan kesiapan teknologi untuk penerbangan jangka panjang.
Keberhasilan misi ini membuka peluang bagi Sceye untuk melanjutkan ke uji coba pra-komersial yang dijadwalkan berlangsung di Jepang dengan tujuan mendukung jaringan SoftBank. Teknologi ini berpotensi meningkatkan konektivitas darurat dan pemantauan lingkungan secara global, serta memberikan solusi infrastruktur yang dapat bertahan dalam waktu lama di stratosfer.
Analisis Ahli
Dr. Amelia Hartono, Pakar Teknologi Penerbangan
Penerbangan SE2 menandai lompatan besar dalam teknologi HAPS, terutama dengan penggunaan baterai lithium-sulfur yang hemat energi. Keberlanjutan daya yang mampu melewati beberapa siklus siang-malam adalah kunci bagi adopsi teknologi ini secara luas.


