Pesawat Surya Skydweller Menghadirkan Jaringan 5G Beyond untuk TNI AL AS
Teknologi
Keamanan Siber
30 Okt 2025
70 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Skydweller Aero dan Nokia Federal Solutions berkolaborasi untuk menyediakan solusi komunikasi yang handal untuk angkatan laut.
Pesawat tenaga surya Skydweller dapat terbang selama berhari-hari, menjadikannya solusi yang berkelanjutan untuk pemantauan dan komunikasi.
Inisiatif ini sejalan dengan strategi militer modern yang berfokus pada konektivitas dan operasi yang terdistribusi.
Skydweller Aero telah mendapatkan kontrak dari Angkatan Laut AS melalui program Small Business Innovation Research untuk mengembangkan sistem komunikasi udara berbasis teknologi Beyond 5G. Ini dilakukan dengan menggandeng Nokia Federal Solutions untuk menguji coba jaringan komunikasi 5G pribadi di udara yang menggunakan pesawat bertenaga surya berkemampuan terbang lama.
Pesawat buatan Skydweller terbuat dari serat karbon ringan dengan rentang sayap sebesar pesawat Boeing 747 dan dirancang untuk terbang tanpa awak selama 30 hingga 90 hari atau lebih, menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi. Pesawat ini dapat membawa beban hingga 800 pon yang digunakan untuk berbagai alat komunikasi dan sensor canggih.
Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan radio Banshee Flex dari Nokia Federal sebagai pusat jaringan 5G privat yang dapat diandalkan dan tahan gangguan, yang memungkinkan komunikasi persisten dan adaptif untuk sistem militer baik berawak maupun tak berawak. Pesawat ini akan menjadi hub komunikasi di ketinggian yang mampu memperluas cakupan jaringan di area operasional yang luas.
Proyek ini mendukung strategi Operasi Maritim Terdistribusi Angkatan Laut AS yang menuntut penguatan konektivitas antar pasukan yang tersebar di wilayah lautan luas, sekaligus sejalan dengan inisiatif Komando dan Kendali Gabungan Semua Domain dari Departemen Pertahanan AS. Teknologi ini dapat menjadi solusi jembatan komunikasi di wilayah maritim dan terpencil tanpa bergantung pada satelit.
Keunggulan utama teknologi ini adalah sebagai solusi komunikasi yang hemat biaya, ramah lingkungan, dan memiliki daya jelajah tinggi dibandingkan satelit dan pesawat patroli berawak. Dengan menggunakan pesawat otonom bertenaga surya dan teknologi jaringan 5G Beyond, operasi militer di lingkungan yang sulit dijangkau dapat dilakukan dengan komunikasi yang lebih cepat, fleksibel, dan tahan gangguan.
Analisis Ahli
Dr. Lina Wahyuni (Ahli Teknologi Komunikasi Militer)
Integrasi teknologi autonomous flying vehicles dengan jaringan komunikasi 5G menunjukkan arah masa depan pertahanan yang mengedepankan mobilitas dan ketersediaan data real-time yang tinggi. Ini juga membuka peluang pengembangan platform komunikasi yang tidak terlalu bergantung pada satelit yang rentan serangan.Prof. Ahmad Budi Santoso (Teknologi Penerbangan dan Sistem Kendali)
Memaksimalkan daya tahan penerbangan pesawat bertenaga surya dengan payload berat membawa konsep komunikasi di kawasan sulit ke level baru. Namun, kestabilan operasional dalam kondisi cuaca yang tidak menentu tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi.

