Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shin Hyun-song Tekankan Peran Utama CBDC dan Token Bank Dalam Uang Digital Korea

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (12h ago) banking-and-financial-services (12h ago)
14 Apr 2026
306 dibaca
1 menit
Shin Hyun-song Tekankan Peran Utama CBDC dan Token Bank Dalam Uang Digital Korea

Rangkuman 15 Detik

Shin Hyun-song mengusulkan CBDC dan token setoran bank sebagai inti dari sistem uang digital.
Bank of Korea memperingatkan risiko yang ditimbulkan oleh token yang diterbitkan secara pribadi dan menegaskan pentingnya regulasi.
Stablecoin dianggap sebagai alat yang berguna dalam perdagangan aset ter-tokenisasi, tetapi bukan pengganti untuk uang yang didukung negara.
Shin Hyun-song, calon gubernur Bank of Korea, menyatakan bahwa CBDC dan token deposito bank harus menjadi inti sistem uang digital Korea Selatan. Dia menganggap stablecoin sebagai pelengkap dan tidak menggantikan uang resmi negara. Pernyataan ini muncul menjelang sidang konfirmasi di parlemen pada 15 April. Shin mendukung stablecoin berbasis won yang diterbitkan oleh bank terregulasi untuk memastikan kepatuhan pada aturan anti pencucian uang dan verifikasi pelanggan. Ia juga meragukan klaim efisiensi yang dijanjikan teknologi blockchain pada transaksi valuta asing. Korea Selatan telah meluncurkan stablecoin KRW1 yang teregulasi dengan kolaborasi BDACS dan Woori Bank. Pendekatan ini menegaskan fokus pemerintah dan bank sentral pada stabilitas keuangan dan kepercayaan publik dalam menghadapi digitalisasi uang. Regulasi ketat dan peran bank sebagai penerbit utama diharapkan mencegah risiko terhadap kebijakan moneter dan pasar keuangan secara luas. Kebijakan ini juga menjadi tolok ukur dalam pengembangan ekonomi digital di Korea Selatan ke depan.

Analisis Ahli

Christine Lagarde
Menekankan pentingnya kolaborasi global dalam regulasi CBDC dan stablecoin agar dapat mendukung sistem keuangan internasional yang stabil dan inklusif.
Nouriel Roubini
Mengkritik sistem stablecoin yang tidak transparan dan berisiko terhadap stabilitas ekonomi, sehingga mendukung kontrol ketat oleh bank sentral dan regulator.