Krisis Chip Global Bikin Harga Ponsel Naik dan Penjualan Turun di Indonesia
Teknologi
Gadgets dan Wearable
14 Apr 2026
88 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Krisis chip global berdampak signifikan pada penjualan ponsel di Indonesia.
Kenaikan harga ponsel tidak menghentikan minat beberapa konsumen untuk tetap membeli.
Proyeksi penurunan pengapalan ponsel secara global dipengaruhi oleh kelangkaan chip dan kenaikan harga komponen.
Sejumlah pedagang ponsel di Indonesia melaporkan penurunan penjualan hingga 50% sejak awal 2026 akibat kenaikan harga ponsel yang disebabkan oleh krisis kelangkaan chip global. Harga ponsel naik signifikan, mulai dari Rp 100.000 hingga hampir Rp 1.000.000 untuk beberapa model populer.
Produsen ponsel China seperti Xiaomi, Oppo, dan vivo mengurangi produksi ponsel secara substansial hingga 70%, sebagai respons terhadap kelangkaan chip memori DRAM dan NAND yang paling berdampak pada segmen ponsel murah dengan margin keuntungan tipis. Kenaikan harga komponen ponsel telah mencapai 25% pada kelas murah dan menimbulkan tekanan besar pada pasar Asia Pasifik.
Dampak kelangkaan chip dan kenaikan harga ini diperkirakan berlanjut hingga kuartal kedua 2026 dengan potensi naiknya harga chip memori hingga 40%. Akibatnya, biaya produksi ponsel kemungkinan akan naik antara 8% hingga 15%, mendorong produsen dan penjual untuk terus menyesuaikan harga dan fitur produk.
Analisis Ahli
Andrew Rassweiler (IDC Analyst)
Kelangkaan chip global yang memicu kenaikan harga komponen akan secara langsung merubah dinamika pasar ponsel, khususnya segmen menengah-ke-bawah yang sangat sensitif terhadap harga.Linda Sui (Counterpoint Research Director)
Kenaikan biaya komponen sebesar 25% pada kelas murah dan dampak penurunan pengapalan ponsel menunjukkan bahwa produsen perlu berinovasi dalam pengelolaan rantai pasok dan strategi harga untuk mitigasi dampak kelangkaan.


