Penjualan Ponsel Diprediksi Turun Drastis di 2026, Produsen China Pangkas Produksi
Teknologi
Gadgets dan Wearable
01 Mar 2026
259 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Permintaan ponsel diperkirakan akan menurun pada tahun 2026.
Beberapa produsen ponsel China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo memangkas target produksi.
Kenaikan harga komponen dapat mempengaruhi daya beli konsumen dan tantangan bagi pedagang ritel.
Penjualan ponsel diperkirakan semakin berat pada 2026 dengan banyak produsen China seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Transsion menurunkan target produksi mereka signifikan. Penurunan ini disebabkan melemahnya permintaan pasar dan perubahan fokus produk ke kelas premium.
Xiaomi dan Oppo memotong produksi lebih dari 20%, Vivo turun hampir 15%, dan Transsion memperkirakan penurunan pengiriman sampai 70 juta unit tahun ini. Di sisi lain, pemasok komponen seperti Samsung dan SK Hynix berencana menaikkan harga DRAM sekitar 60-70% kuartal I-2026, menambah tekanan biaya bagi produsen.
Penyesuaian produksi dan kenaikan harga komponen diperkirakan akan menyulitkan penjualan di pasar ritel, membuat daya beli konsumen melemah dan pasar lebih sepi. Namun Huawei, Honor, dan Lenovo diyakini lebih mampu bertahan berkat rantai pasok internal dan strategi efisiensi biaya.
Analisis Ahli
Analis Industri Teknologi
Strategi mengurangi produksi dan fokus pada premium adalah taktik standar saat pasar melemah, namun ini bisa mempersempit pilihan konsumen dan memperlambat pertumbuhan pasar smartphone global.Ekonom Pasar Gadget
Kenaikan harga DRAM dan komponen lain adalah sinyal bahwa tekanan biaya akan menekan margin produsen dan kemungkinan besar akan ditransfer ke konsumen, menurunkan permintaan lebih lanjut.

