CEO Circle Tegaskan USDC Hanya Bekukan Dana dengan Perintah Hukum Resmi
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Apr 2026
242 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Circle mengikuti prosedur hukum dalam menangani dana ilegal dan tidak membekukan dana secara sepihak.
Tether memiliki pendekatan yang lebih cepat dalam membekukan dana yang terkait dengan aktivitas ilegal dibandingkan Circle.
Kritik terhadap Circle menunjukkan adanya celah dalam keamanan yang dapat dieksploitasi oleh penyerang.
Jeremy Allaire, CEO Circle Internet, menegaskan bahwa stablecoin USDC hanya akan membekukan dompet berdasarkan perintah dari penegak hukum atau pengadilan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Circle memposisikan USDC sebagai produk yang diatur secara hukum dan bukan sebagai alat intervensi cepat terhadap dana ilegal.
Tether, rival Circle, memiliki kebijakan lebih cepat dalam membekukan dana yang diduga berasal dari pencurian atau aktivitas ilegal. Hal ini memunculkan kritik terhadap Circle, terutama setelah insiden hacker Drift Protocol dengan kerugian sebesar 280 juta dolar AS yang terutama melibatkan USDC yang tidak segera dibekukan.
Perdebatan di industri kripto semakin tajam antara kebutuhan intervensi cepat untuk mencegah kejahatan dengan tuntutan kepatuhan hukum yang ketat untuk menjaga kepercayaan pada sistem terdesentralisasi. Circle diprediksi akan terus menjaga pendekatan legal demi menghindari kontrol sewenang-wenang meski menghadapi tekanan komunitas.
Analisis Ahli
Omid Malekan
Intervensi di luar hukum berpotensi merusak prinsip DeFi yang mendasar karena menjadikan keputusan eksekutif tunggal sebagai hukum, bukan proses yang transparan dan terdesentralisasi.