TLDR
Draft undang-undang Clarity Act dapat membatasi imbal hasil yang ditawarkan pada stablecoin, yang berdampak pada daya tarik jangka panjang. Penurunan saham Circle dan Coinbase menunjukkan kerentanan di pasar kripto terhadap berita negatif. Tether berpotensi meningkatkan citranya di pasar dengan audit cadangan yang dapat mempengaruhi kompetisi dengan Circle. Saham Circle turun 20% setelah draft terbaru Clarity Act mengusulkan larangan pembayaran imbal hasil langsung kepada pemegang stablecoin. Draft ini mengancam aspek penting dari model bisnis stablecoin dan membatasi insentif yang biasanya ditawarkan, sehingga menimbulkan kekhawatiran pasar.Draft undang-undang tersebut melarang pembayaran yield yang setara secara ekonomi dengan bunga dan mencegah struktur pendapatan pass-through yang selama ini dipakai oleh Circle dan Coinbase. Selain itu, Tether mengumumkan audit penuh pada cadangannya, yang berpotensi mengubah persaingan di pasar stablecoin.Penurunan saham ini menimbulkan kekhawatiran jangka pendek namun analis memperkirakan pasar stablecoin tetap tumbuh dengan adanya inovasi dan penyesuaian terhadap regulasi. Ini menandai kebutuhan bagi penerbit stablecoin untuk menciptakan insentif baru yang sesuai dengan aturan supaya tetap kompetitif.