Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ketegangan Global dan Lonjakan Token Spekulatif Hambat Pergerakan Bitcoin

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (3d ago) cryptocurrency (3d ago)
13 Apr 2026
142 dibaca
1 menit
Ketegangan Global dan Lonjakan Token Spekulatif Hambat Pergerakan Bitcoin

Rangkuman 15 Detik

Ketegangan geopolitik dapat memengaruhi pasar tradisional dan harga komoditas seperti minyak.
Meskipun Bitcoin menunjukkan ketahanan, ada indikasi spekulasi yang berlebihan di pasar kripto.
Eksploitasi dan kontroversi dalam proyek crypto dapat menurunkan kepercayaan investor.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah pembicaraan Iran dan AS gagal di Pakistan, menyebabkan pasar tradisional menghindari risiko dan harga minyak naik. Bitcoin dan beberapa cryptocurrency utama tetap stabil walaupun ada dinamika negatif di token tertentu seperti RAVE. Aktivitas spekulatif dan kontroversi di pasar kripto memperburuk persepsi investor di tengah ketidakpastian global. Bitcoin stabil di atas level krusial Rp 1.17 juta ($70.000) dengan penurunan kurang dari 1%, sementara token lain seperti Ether, XRP, dan Solana juga bertahan. Token RAVE meroket secara drastis hingga ribuan persen dalam seminggu, didorong oleh tim yang membeli sendiri dan likuiditas rendah, menandakan potensi spekulasi berlebihan. Kejadian exploit di Hyperbridge dan masalah World Liberty Financial bersama Justin Sun semakin mengurangi kepercayaan pasar. Meskipun market utama cryptocurrency menunjukkan ketahanan, sentimen negatif dan koreksi teknikal diperkirakan akan menurunkan harga Bitcoin ke sekitar Rp 1.10 juta ($66.000) sebelum potensi pemulihan. Investor harus tetap perhatian pada faktor geopolitik dan risiko di token spekulatif. Pasar juga menunjukkan kebutuhan untuk membersihkan skema oportunistik agar fondasi Bitcoin benar-benar stabil.

Analisis Ahli

Peter Brandt
Peter Brandt memperkirakan penurunan harga Bitcoin menuju $66.000 sebelum terjadi pemulihan, karena pola teknikal menunjukkan tekanan jual setelah mencapai resistance utama.