Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Menguat Seiring Meredanya Kekhawatiran Krisis Pasokan Minyak Global

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (1mo ago) cryptocurrency (1mo ago)
10 Mar 2026
104 dibaca
1 menit
Bitcoin Menguat Seiring Meredanya Kekhawatiran Krisis Pasokan Minyak Global

Rangkuman 15 Detik

Sentimen positif di pasar kripto dipicu oleh berita dari IEA.
Bitcoin menunjukkan ketahanan meskipun ada ketidakpastian makroekonomi.
Dukungan di level $66,000 bisa menjadi faktor penting untuk pergerakan harga Bitcoin ke depan.
Pasar cryptocurrency mengalami kenaikan signifikan setelah Badan Energi Internasional mengumumkan pertemuan luar biasa untuk membahas pelepasan cadangan minyak darurat. Keputusan ini meredakan ketegangan pasar akibat lonjakan harga minyak yang sempat hampir menyentuh Rp 2.00 juta ($120) per barel. Bitcoin naik melewati angka Rp 1.19 juta ($71.500) untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir. Selain Bitcoin, saham perusahaan terkait kripto seperti Circle, BitGo, dan Figure juga mengalami kenaikan harga yang cukup mencolok. Sementara itu, indeks saham S&P 500 dan Nasdaq 100 ikut menguat sekitar 0,5%, menunjukkan sentimen risiko pasar yang membaik. Harga minyak mentah WTI turun ke Rp 1.37 juta ($82) dari level puncaknya di akhir pekan. Meski demikian, risiko penurunan harga Bitcoin tetap ada jika level support di sekitar Rp 1.10 juta ($66.000) gagal dipertahankan. Penguatan korelasi Bitcoin dengan saham teknologi yang sempat melemah juga menjadi indikasi pergerakan yang lebih independen dari aset kripto. Para analis menyatakan masih ada potensi kenaikan, namun investor harus waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi.

Analisis Ahli

James Harris
Bitcoin menunjukkan kekuatan bounce back setelah sempat tertekan dan potensi bottoming akan membuka peluang investasi jangka menengah, walaupun risiko tetap mengintai jika support gagal.