Blokade Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak dan Kekhawatiran Pasokan Global
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
12 Apr 2026
55 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Keputusan blokade Selat Hormuz oleh AS dapat menyebabkan lonjakan harga minyak yang signifikan.
Ketegangan geopolitik dapat mempengaruhi pasar energi dan kripto secara bersamaan.
Pengurangan cadangan minyak strategis oleh IEA menghadapi risiko kekurangan pasokan yang serius.
Presiden Donald Trump memerintahkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz setelah Iran menolak menghentikan program nuklirnya. Blokade ini menyebabkan kenaikan tajam pada harga futures minyak WTI dan Brent, masing-masing naik hingga 7% dan 6%. Perdagangan futures minyak juga meningkat signifikan di platform blockchain Hyperliquid.
International Energy Agency telah merilis cadangan minyak strategis untuk mengimbangi gangguan pasokan akibat konflik yang berlangsung sejak akhir Februari. Namun, cadangan ini mulai menipis di pertengahan April, dan jika pasokan tidak pulih, kekurangan bisa mencapai 10 hingga 11 juta barel per hari. Peringatan dari IEA dan pernyataan House of Saud menegaskan risiko besar di pasar minyak.
Jika kekurangan pasokan semakin memburuk, harga minyak akan melonjak lebih tinggi lagi, memicu kenaikan volatilitas pasar finansial dan tekanan inflasi global. Bitcoin dan aset berisiko lainnya juga mengalami tekanan turun sebagai efek ketidakpastian pasar. Adopsi teknologi blockchain dalam perdagangan minyak menandai perubahan dalam mekanisme pasar energi dunia.
Analisis Ahli
Fatih Birol
Guncangan pasokan minyak di bulan April berpotensi lebih buruk dari bulan Maret, yang dapat memicu ketidakstabilan pasar energi dan ekonomi global.House of Saud
Situasi ini dapat menyebabkan guncangan pasokan tanpa preseden di pasar minyak modern.

