Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Lonjakan Bitcoin dan Saham serta Jatuhnya Harga Minyak
Finansial
Mata Uang Kripto
08 Apr 2026
263 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Gencatan senjata antara AS dan Iran menyebabkan lonjakan harga Bitcoin dan indeks CoinDesk.
Penurunan harga minyak mencerminkan reaksi pasar terhadap pengumuman gencatan senjata.
Futures pasar saham juga menunjukkan tren positif menyusul berita tersebut.
Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, mengumumkannya melalui Truth Social pada Selasa malam. Iran juga mengonfirmasi gencatan senjata tersebut dengan beberapa catatan terkait koordinasi teknis untuk navigasi Selat Hormuz. Pengumuman ini menandai penundaan dalam kampanye militer yang telah direncanakan dan memberikan sinyal positif mengenai kemungkinan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.
Respon pasar sangat positif dengan bitcoin melonjak 5% ke harga tertinggi Rp 1.21 juta ($72.699) dalam 24 jam dan indeks saham AS seperti S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones futures naik antara 1,8% hingga 2,2%. Sebaliknya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) jatuh lebih dari 10% menjadi Rp 1.59 juta ($95) per barel karena penurunan risiko geopolitik. Likuidasi posisi leveraged besar-besaran di pasar bitcoin juga menjadi indikasi adanya tekanan beli yang kuat.
Langkah gencatan senjata ini membuka peluang lebih besar untuk stabilitas pasar keuangan dan energi dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, koordinasi dan kendala teknis di Selat Hormuz masih menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai. Ke depan, jika perdamaian jangka panjang tercapai, hal ini dapat menurunkan volatilitas dan meningkatkan kepercayaan investor di pasar global.
Analisis Ahli
Javier Bias
Meski gencatan senjata membuka peluang bagi arus minyak dan gas melalui Selat Hormuz, keberlangsungannya masih bergantung pada koordinasi militer yang kompleks, mengindikasikan bahwa risiko pasokan tidak benar-benar hilang.

