Apple Bangun Pabrik di AS Setelah Desakan Trump, Tapi Janji Masih Diragukan
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
11 Apr 2026
260 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Apple berkomitmen untuk memperkuat manufaktur di AS dengan membangun pabrik baru.
Kerjasama dengan perusahaan semikonduktor menunjukkan upaya Apple dalam meningkatkan teknologi dan inovasi.
Investasi besar dalam Program Manufaktur Amerika diharapkan dapat menciptakan banyak lapangan kerja.
Presiden AS Donald Trump mendorong Apple untuk membangun fasilitas produksi di dalam negeri, menggantikan pabrik yang tersebar di China dan India. Apple menyambut langkah ini dengan Program Manufaktur Amerika yang melibatkan perusahaan semikonduktor.
Apple bekerjasama dengan Bosch, Cirrus Logic, dan Qnity Electronics untuk memproduksi komponen sensor dan semikonduktor canggih di AS, dengan investasi mencapai Rp 6.68 triliun (US$400 juta) hingga 2030. Beberapa produksi chip dilakukan di fasilitas TSMC di Washington.
Meskipun program ini meningkatkan peluang lapangan kerja dan kemandirian industri, kritik muncul karena Apple belum sepenuhnya membangun pabrik di AS dan malah memindahkan fasilitas dari China ke India, menimbulkan keraguan terhadap janji yang pernah disampaikan.
Analisis Ahli
Analyst Teknologi Senior
Investasi Apple di bidang manufaktur AS adalah langkah strategis untuk mengurangi risiko rantai pasok global dan memperkuat posisi mereka dalam inovasi teknologi canggih.

