Apple Investasi Rp 8,15 Triliun Perkuat Produksi Magnet Teknologi di AS
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
19 Jul 2025
286 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Apple berkomitmen untuk meningkatkan rantai pasokan di AS melalui investasi besar.
Kolaborasi dengan MP Materials akan membantu Apple dalam memproduksi magnet tanah jarang secara domestik.
Kebijakan pemerintah AS mendorong perusahaan teknologi untuk mengurangi ketergantungan pada produksi di luar negeri.
Apple menginvestasikan Rp 8.35 triliun (US$500 juta) dalam kemitraan dengan MP Materials, sebuah perusahaan tanah jarang asal Amerika Serikat, untuk memperkuat pasokan bahan penting berupa magnet tanah jarang yang digunakan dalam produk teknologi canggih seperti iPhone. Langkah ini juga sebagai respons terhadap tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong produksi teknologi di dalam negeri.
Kesepakatan tersebut termasuk pembelian langsung oleh Apple dari MP Materials serta kolaborasi dalam bidang daur ulang di California. Penggunaan bahan daur ulang ini sudah diterapkan oleh Apple dalam produk mereka, seperti iPhone 16e yang menggunakan 30 persen komponen daur ulang, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap teknologi ramah lingkungan.
China saat ini menguasai sebagian besar produksi dan pemrosesan elemen tanah jarang dunia, dengan sekitar 92% pangsa pasar, yang membuat pasokan bahan ini menjadi isu strategis dan bagian dari perundingan dagang antara Amerika Serikat dan China. Apple ingin mengurangi ketergantungan tersebut dengan meningkatkan produksi dan sumber bahan di AS.
MP Materials akan memproduksi magnet khusus untuk produk Apple di fasilitasnya di Fort Worth, Texas, dimulai pada tahun 2027, yang akan mendukung jutaan perangkat Apple. Investasi ini juga menciptakan lapangan kerja baru serta program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja Amerika Serikat di bidang manufaktur khusus ini.
Meskipun Apple berinvestasi besar dalam rantai pasokan bahan, perusahaan belum berencana memindahkan produksi iPhone secara keseluruhan ke AS, karena keterbatasan tenaga kerja ahli dan proses manufaktur yang kompleks. Namun, investasi ini sejalan dengan dorongan pemerintah AS untuk meningkatkan produksi domestik dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Analisis Ahli
David Marcotte
Keahlian untuk membuat komponen sangat sulit dan butuh waktu lama untuk dibangun, karenanya produksi iPhone sulit dipindahkan ke AS tanpa investasi besar dalam sumber daya manusia dan teknologi.

