Prabowo Waspadai Penjajahan Baru Lewat Teknologi AI dan Media Sosial
Teknologi
Kecerdasan Buatan
11 Apr 2026
282 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kehadiran teknologi baru seperti AI dapat dimanfaatkan untuk menciptakan keributan di media sosial.
Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penjajahan baru melalui teknologi.
Perpecahan antar bangsa Indonesia dapat dieksploitasi untuk kepentingan asing, yang berpotensi merusak stabilitas negara.
Presiden Prabowo Subianto memperingatkan bahwa bangsa asing menggunakan teknologi terbaru seperti AI untuk menjajah Indonesia melalui media sosial. Dia menyoroti bagaimana teknologi ini dimanfaatkan untuk menciptakan kegaduhan dan memecah belah masyarakat Indonesia.
Menurut Prabowo, pihak asing memanfaatkan akun-akun palsu yang banyak jumlahnya untuk menyebarkan fitnah dan hoaks, serta mengeskploitasi rasa iri dan dengki antar anak bangsa di platform media sosial. Satu orang bahkan bisa mengelola ribuan akun menggunakan teknologi digital yang cukup murah.
Fenomena echo chamber ini bisa membuat isu kecil tampak besar dan memicu ketegangan sosial yang berbahaya. Prabowo mengingatkan bahwa kini tidak perlu perang fisik, karena perang informasi lewat media sosial bisa merusak negara lebih cepat dan masif.
Analisis Ahli
Yudhianto S. (Dosen ilmu komunikasi digital)
Manipulasi media sosial dengan akun palsu dan teknologi AI memang menjadi ancaman nyata yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat untuk menjaga integritas informasi.Febri H. (Pakar keamanan siber)
Penggunaan AI untuk menyebarkan disinformasi bisa meningkatkan skalabilitas propaganda yang sulit dideteksi, oleh karena itu kolaborasi antara sektor publik dan swasta sangat penting dalam mitigasinya.


