TLDR
Phlego merupakan inovasi dalam produksi semen yang dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan. Teknik ini terinspirasi oleh beton Romawi yang tahan lama dan memanfaatkan batu vulkanik. Phlego dirancang agar kompatibel dengan peralatan yang sudah ada, sehingga mempermudah adopsi di industri. Sebuah formula semen baru bernama Phlego yang dikembangkan oleh Tiziana Vanorio menggunakan batuan vulkanik untuk menggantikan batu kapur dalam produksi semen. Formula ini terinspirasi dari beton Romawi kuno yang tahan lama dan struktur alami batuan di bawah Pozzuoli, Italia. Tujuannya adalah menekan emisi karbon dalam industri semen yang menyumbang 8% dari total emisi gas rumah kaca global.Phlego menghilangkan tahap paling polutif dalam produksi semen tradisional, yaitu pemanasan batu kapur yang menghasilkan CO2. Penggunaan batuan vulkanik yang sudah kehilangan karbon secara alami mengurangi emisi hingga 67% dan menghindari pemborosan material. Selain itu, formula ini tetap kompatibel dengan kiln industri yang ada sehingga tidak membutuhkan investasi peralatan baru.Dengan Phlego, suplai bahan tambahan seperti fly ash yang makin langka dapat digantikan secara konsisten dan efisien. Hal ini membuka jalan bagi peralihan industri semen ke produksi rendah karbon tanpa risiko besar. Saat ini, tim Vanorio sedang melakukan skala produksi dan mencari mitra bisnis untuk memperkenalkan Phlego ke pasar global.