China Percepat Ekspansi Baterai, Jauh Tinggalkan AS untuk Energi Terbarukan
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
09 Apr 2026
93 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
China berencana menambah kapasitas produksi baterai untuk mendukung pertumbuhan energi terbarukan.
Investasi besar dalam pabrik baterai menunjukkan potensi pasar sistem penyimpanan energi yang terus berkembang.
Permintaan energi terbarukan semakin meningkat seiring dengan upaya global untuk dekarbonisasi.
China berencana menambah lebih dari 600 GWh kapasitas produksi baterai ESS pada awal 2026 sebagai respons terhadap permintaan global yang kuat untuk energi terbarukan. Perusahaan utama seperti CATL dan Gotion High-tech terlibat dalam ekspansi ini yang sangat besar.
Sebuah investasi sekitar 180 miliar yuan (Rp 439.21 triliun (US$26,3 miliar) ) akan digunakan untuk membangun fasilitas lithium-ion baru, dengan sekitar 70 persen kapasitas untuk ESS dan 30 persen untuk kendaraan listrik. Kapasitas baru ini sepuluh kali lipat total kapasitas ESS AS pada 2025.
Perkembangan ini menandai dominasi China dalam pasar penyimpanan energi, yang akan memperkuat sistem kelistrikan global dengan energi terbarukan, mendukung perkembangan AI, dan mempercepat upaya dekarbonisasi dunia.
Analisis Ahli
Davis Zhang
Boom dalam komputasi kecerdasan buatan mendorong lonjakan permintaan energi terbarukan, sehingga infrastruktur ESS harus tumbuh cepat untuk memenuhi kebutuhan ini.


