Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Korea Selatan Usulkan Aturan Dasar untuk Aset Digital Demi Perlindungan dan Inovasi

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
08 Apr 2026
281 dibaca
1 menit
Korea Selatan Usulkan Aturan Dasar untuk Aset Digital Demi Perlindungan dan Inovasi

AI summary

Proposal Undang-Undang Aset Digital Dasar bertujuan untuk membangun kerangka hukum yang jelas untuk aset digital di Korea Selatan.
Terdapat ketidaksepakatan antara Bank of Korea dan Komisi Layanan Keuangan mengenai penerbitan stabilcoin.
Regulasi baru diharapkan dapat meningkatkan perlindungan investor dan mendorong inovasi di pasar aset digital.
Partai Demokrat Korea Selatan mengajukan Digital Asset Basic Act yang bertujuan memberikan kerangka hukum lengkap untuk aset digital termasuk penerbitan, perdagangan, dan pengawasan. Proposal ini menekankan perlunya izin resmi bagi penerbit aset digital dan persyaratan modal minimum serta cadangan dana.Proposal ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi antara Bank of Korea dan Komisi Jasa Keuangan mengenai pengaturan penerbitan stablecoin yang dipatok nilai wagon. Regulasi baru juga mengamanatkan pembentukan komite khusus untuk mengawasi kebijakan dan memperkuat perlindungan investor melalui pengawasan pasar dan larangan praktik curang.Jika undang-undang disahkan, Korea Selatan akan memiliki sistem yang terintegrasi untuk mengatur aset digital dengan ketat sekaligus membuka peluang untuk kepemimpinan global dalam sektor keuangan digital. Regulasi ini juga bertujuan mencegah penipuan seperti scam cepat dan praktik manipulasi pasar di bursa kripto domestik.

Experts Analysis

Professor Kim Jae-hoon (Ahli Ekonomi Digital Universitas Seoul)
Regulasi ini merupakan tonggak penting bagi industri aset digital di Korea. Meskipun demikian, pendekatan yang terlalu protektif dapat menghambat dinamika pasar dan inovasi teknologi blockchain yang terbuka.
Editorial Note
Langkah ini adalah upaya progresif yang sangat dibutuhkan mengingat perkembangan pesat pasar aset digital dan risiko yang menyertainya. Namun, persyaratan ketat dari segi kepemilikan dan modal kemungkinan akan membatasi partisipasi pemain kecil dan startup, yang bisa jadi kontraproduktif terhadap inovasi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.