Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kontroversi Circle dan Tantangan Penanganan Serangan Drift Rp4 Triliun USDC

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (13h ago) cryptocurrency (13h ago)
04 Apr 2026
94 dibaca
1 menit
Kontroversi Circle dan Tantangan Penanganan Serangan Drift Rp4 Triliun USDC

Rangkuman 15 Detik

Circle menghadapi tekanan untuk bertindak cepat dalam situasi pencurian aset.
Pemangku kepentingan di industri kripto berdebat tentang perlunya aturan yang jelas terkait tindakan pembekuan aset.
Stabilitas dan keamanan stablecoin seperti USDC sangat penting, terutama dalam konteks transaksi lintas batas.
Serangan Drift mencuri sekitar 71 juta dolar AS USDC dan menggerakkan dana besar melalui protokol Circle CCTP ke Ethereum. Hacker memanfaatkan celah dengan cepat sehingga mempersulit usaha pemulihan. Insiden ini mengundang kritik pada kecepatan dan respons Circle sebagai penerbit USDC. Circle memiliki hak untuk membekukan aset atas aktivitas mencurigakan, tapi keterbatasan hukum menghambat tindakan tanpa perintah pengadilan atau permintaan penegak hukum. Pakar dan komunitas mendorong regulasi agar memberikan perlindungan hukum bagi tindakan yang diambil dengan itikad baik dan segera. Kasus ini menunjukkan ketegangan antara kemudahan pengelolaan stablecoin yang terprogram dan risiko tuntutan hukum karena pembekuan tanpa kejelasan aturan. Konsistensi dan transparansi kebijakan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar dan mencegah kerugian lebih besar di masa depan.

Analisis Ahli

Salman Banei
Pembekuan aset tanpa otorisasi yang formal dapat membahayakan penerbit secara hukum, dan legislator perlu memberikan perlindungan hukum untuk tindakan rasional pembekuan aset atas dasar dugaan aktivitas ilegal.
Ben Levit
Kasus ini berada di zona abu-abu, dan penyebab utamanya adalah ketidakjelasan kebijakan Circle terkait intervensi discretionary, yang menyulitkan pasar menilai risiko secara tepat.