ICE Gunakan Spyware Paragon Solutions, Kontroversi Privasi dan Hak Sipil Meningkat
Teknologi
Keamanan Siber
02 Apr 2026
55 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penggunaan spyware oleh ICE menimbulkan kekhawatiran serius tentang privasi dan hak asasi manusia.
Paragon Solutions terlibat dalam skandal terkait penggunaan spyware di Italia, menunjukkan potensi penyalahgunaan teknologi ini.
Anggota kongres meminta transparansi dan akuntabilitas dari ICE terkait penggunaan teknologi invasif ini.
ICE secara resmi mengkonfirmasi penggunaan spyware buatan Paragon Solutions dalam investigasi kasus narkoba dan terorisme. Kontrak ini sempat dibekukan oleh pemerintah AS karena adanya kekhawatiran soal pelanggaran hak asasi manusia dan privasi. Namun sejak September 2025, kontrak tersebut kembali aktif dan penggunaan spyware diteruskan.
Spyware digunakan untuk mengakses data dari perangkat yang terenkripsi, yang sulit diakses melalui metode konvensional. Paragon Solutions sebelumnya terlibat dalam skandal di Italia di mana spyware mereka dipakai untuk memata-matai jurnalis dan aktivis. Kritikus dan beberapa anggota parlemen, termasuk Summer Lee, meragukan transparansi dan kewajaran penggunaan teknologi ini oleh ICE.
Penggunaan spyware oleh lembaga penegak hukum di AS memicu kekhawatiran serius terkait pelanggaran konstitusional dan hak sipil, terutama untuk kelompok rentan seperti imigran, komunitas ras minoritas, dan aktivis. Ini berpotensi menimbulkan perdebatan hukum dan sosial terkait teknologi pengawasan serta regulasi masa depan yang lebih ketat.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Penggunaan spyware oleh pemerintah sering menjadi pintu bagi pelanggaran privasi massal dan harus diawasi ketat dengan transparansi penuh untuk mencegah penyalahgunaan.Jennifer Stisa Granick
Pengawasan teknologi semacam ini harus diimbangi dengan perlindungan hukum yang kuat, khususnya untuk mencegah dampak negatif terhadap kelompok minoritas dan aktivis yang rentan.

