TLDR
Penggunaan spyware oleh ICE menimbulkan kekhawatiran serius tentang privasi dan hak asasi manusia. Paragon Solutions terlibat dalam skandal terkait penggunaan spyware di Italia, menunjukkan potensi penyalahgunaan teknologi ini. Anggota kongres meminta transparansi dan akuntabilitas dari ICE terkait penggunaan teknologi invasif ini. ICE secara resmi mengkonfirmasi penggunaan spyware buatan Paragon Solutions dalam investigasi kasus narkoba dan terorisme. Kontrak ini sempat dibekukan oleh pemerintah AS karena adanya kekhawatiran soal pelanggaran hak asasi manusia dan privasi. Namun sejak September 2025, kontrak tersebut kembali aktif dan penggunaan spyware diteruskan.Spyware digunakan untuk mengakses data dari perangkat yang terenkripsi, yang sulit diakses melalui metode konvensional. Paragon Solutions sebelumnya terlibat dalam skandal di Italia di mana spyware mereka dipakai untuk memata-matai jurnalis dan aktivis. Kritikus dan beberapa anggota parlemen, termasuk Summer Lee, meragukan transparansi dan kewajaran penggunaan teknologi ini oleh ICE.Penggunaan spyware oleh lembaga penegak hukum di AS memicu kekhawatiran serius terkait pelanggaran konstitusional dan hak sipil, terutama untuk kelompok rentan seperti imigran, komunitas ras minoritas, dan aktivis. Ini berpotensi menimbulkan perdebatan hukum dan sosial terkait teknologi pengawasan serta regulasi masa depan yang lebih ketat.