Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pemerintah Terapkan WFH Jumat dan Tantangan Kualitas Internet Indonesia

Finansial
Kebijakan Fiskal
fiscal-policy (8h ago) fiscal-policy (8h ago)
02 Apr 2026
189 dibaca
1 menit
Pemerintah Terapkan WFH Jumat dan Tantangan Kualitas Internet Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan WFH untuk ASN sebagai respons terhadap gejolak harga energi.
Kecepatan internet di Indonesia masih jauh di bawah negara-negara dengan infrastruktur internet terbaik.
Negara-negara seperti UEA dan Singapura memimpin dalam hal kecepatan internet mobile dan fixed broadband.
Pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan work from home (WFH) satu kali per minggu untuk ASN setiap hari Jumat mulai 1 April 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah yang berpengaruh pada harga energi dunia. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko gangguan operasional di lingkungan pemerintahan. Menurut data Speedtest Ookla Februari 2026, kecepatan internet mobile Indonesia berada di peringkat 73 dunia dengan kecepatan download mencapai 59,18 Mbps. Sementara untuk fixed broadband, Indonesia menempati posisi ke-115 dengan download 45,40 Mbps. Negara dengan internet tercepat adalah Uni Emirat Arab untuk mobile dan Singapura untuk fixed broadband. Kebijakan ini penting untuk menjamin kelangsungan kerja ASN selama kondisi global yang tidak pasti. Namun, kualitas internet yang masih relatif rendah di Indonesia menjadi tantangan tersendiri yang harus segera diatasi untuk mendukung efektivitas WFH dan produktivitas kerja. Pemerintah perlu fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur digital.

Analisis Ahli

Dr. Andi Wijaya, Pakar Teknologi Informasi
Kebijakan WFH sangat bergantung pada infrastruktur digital yang kuat. Jika internet tidak ditingkatkan, produktivitas ASN dan efektivitas kebijakan pasti akan terbatas.