Ancaman Komputer Kuantum Cepat Datang, Sistem Keamanan Digital Terancam
Teknologi
Keamanan Siber
02 Apr 2026
3 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Komputer kuantum dapat menjadi ancaman nyata bagi keamanan digital lebih cepat dari yang diperkirakan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa hanya sedikit qubit yang diperlukan untuk meretas algoritma enkripsi yang umum digunakan.
Perusahaan keamanan siber seperti Cloudflare perlu segera mengevaluasi dan meningkatkan sistem keamanan mereka.
Dua studi terbaru yang dipublikasikan oleh Google dan Oratomic menunjukkan bahwa komputer kuantum yang mampu membobol enkripsi digital utama bisa tersedia sebelum tahun 2030. Ini mempercepat prediksi sebelumnya yang menyebutkan waktu minimal sepuluh tahun untuk ancaman tersebut.
Dalam studi tersebut, Oratomic berhasil menurunkan estimasi jumlah qubit yang diperlukan untuk membobol enkripsi P-256 dari jutaan menjadi sekitar 10.000 qubit, menggunakan teknologi atom yang terperangkap dengan laser dan berbagai inovasi perangkat lunak serta perangkat keras kuantum. Penemuan ini sangat mengejutkan para peneliti dan praktisi di bidang ini.
Akibat temuan ini, perusahaan keamanan siber besar seperti Cloudflare mulai meninjau ulang jadwal peluncuran proteksi terhadap serangan kuantum. Lebih jauh lagi, teknik yang dikembangkan juga memperluas kemungkinan aplikasi komputer kuantum ke bidang lain seperti ilmu material dan kecerdasan buatan, menandai revolusi baru dalam pengembangan teknologi kuantum.
Analisis Ahli
Jintai Ding
Temuan ini menciptakan urgensi baru di kalangan akademisi dan praktisi industri, mempercepat diskusi dan kolaborasi lintas bidang untuk menghadapi ancaman kuantum.Bas Westerbaan
Keprihatinan yang mendalam muncul di perusahaan seperti Cloudflare, yang menangani seperempat lalu lintas internet dunia, karena dampak langsung terhadap keamanan global.Scott Aaronson
Menyebut studi ini sebagai 'Quantum computing bombshells' menegaskan betapa mengejutkannya percepatan kemampuan komputer kuantum ini bagi komunitas riset.