Bahaya Komputer Kuantum bagi Keamanan Cryptocurrency Menurut Vitalik Buterin
Finansial
Mata Uang Kripto
29 Agt 2025
50 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Komputasi kuantum dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan kriptografi yang mendasari cryptocurrency.
STARK dan bukti nol-pengetahuan diharapkan menjadi solusi untuk menghadapi ancaman komputasi kuantum.
Diskusi antara Vitalik Buterin dan Ian Miers menunjukkan pentingnya mempersiapkan teknologi kriptografi untuk masa depan.
Vitalik Buterin, salah satu pendiri Ethereum, mengungkapkan kekhawatiran tentang ancaman komputer kuantum terhadap keamanan kripto. Ia memperkirakan ada 20% kemungkinan bahwa komputer kuantum bisa memecahkan kriptografi modern sebelum tahun 2030. Hal ini menjadi isu penting karena kriptografi adalah fondasi utama untuk menjaga keamanan transaksi dan aset digital dalam cryptocurrency.
Komputer konvensional menggunakan sistem biner yang terbatas untuk memproses data, sementara komputer kuantum memakai qubit yang dapat mewakili banyak keadaan sekaligus. Karena itu komputer kuantum dapat menyelesaikan masalah yang sangat kompleks jauh lebih cepat, termasuk potensi memecahkan sandi kriptografi yang saat ini dipercaya aman.
Salah satu teknologi yang dipandang tahan terhadap serangan kuantum adalah STARK, namun penerapannya cukup rumit dan memerlukan biaya besar. Ian Miers dan Vitalik setuju bahwa meski RAMSTARK memiliki banyak keunggulan, penggunaan zero-knowledge proof pada teknologi ini bisa menurunkan efisiensi dan menambah kompleksitas yang harus dihadapi pengembang.
Selain STARK, ada juga beberapa teknologi post-quantum lain seperti Ligero dan Groth16 yang sudah siap dan diharapkan dapat menggantikan kriptografi yang rentan. Miers meyakini bahwa komputer kuantum yang benar-benar dapat memecahkan kriptografi modern masih sekitar 50 tahun lagi, sehingga pasar dan pengembang punya waktu untuk bersiap.
Data prediksi dari platform Metaculus menunjukkan tahun median saat komputer kuantum bisa memecahkan kriptografi adalah 2040. Namun, komunitas kripto tetap diingatkan untuk mulai beradaptasi dengan teknologi baru demi menjaga keamanan dan privasi transaksi agar tidak mudah diretas di masa depan.
Analisis Ahli
Ian Miers
Miers menekankan bahwa masalah utama adalah keandalan sistem bukti kriptografi daripada kekhawatiran pembobolan transaksi masa lalu, serta melihat pasar yang belum siap untuk beralih ke teknologi yang sangat kompleks seperti STARK.Vitalik Buterin
Buterin memberikan pandangan optimis namun waspada, mengutip data bahwa meskipun ada peluang serangan sebelum 2030, kebanyakan prediksi profesional menempatkan ancaman ini sekitar tahun 2040, dan menekankan pentingnya beradaptasi dengan teknologi baru ini.