Ampera Ajukan Lisensi Mikroreaktor Thorium dengan Regulasi Baru NRC
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
02 Apr 2026
172 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Ampera sedang mengembangkan mikroreaktor thorium yang inovatif untuk memenuhi permintaan energi bersih.
Regulasi baru NRC diharapkan akan mempercepat proses lisensi untuk teknologi reaktor nuklir baru.
Penggunaan AI dalam pengembangan teknologi nuklir dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem energi.
Ampera, startup Florida, sedang mengembangkan mikroreaktor nuklir berbasis thorium dengan output 15-30 MWe yang dapat beroperasi tanpa pengisian bahan bakar selama beberapa dekade. Reaktor ini menggunakan bahan bakar TRISO dari thorium dan turbin yang dioperasikan dengan CO2 superkritis untuk efisiensi tinggi tanpa penggunaan air.
Nuclear Regulatory Commission Amerika Serikat baru saja menerapkan regulasi 10 CFR Part 53 bulan Februari yang bertujuan mempermudah dan mempercepat lisensi teknologi reaktor nuklir canggih, termasuk mikroreaktor. Ampera berencana menggunakan jalur regulasi ini untuk mempercepat proses pra-aplikasi dan lisensi reaktornya.
Inovasi Ampera dan regulasi baru ini membuka peluang bagi pemasaran reaktor nuklir modular yang aman, rendah biaya, dan mudah diproduksi massal di pabrik. Hal ini berpotensi mengubah lanskap energi dengan menyediakan sumber energi bersih dan berkelanjutan, khususnya untuk infrastruktur off-grid.
Analisis Ahli
Jacopo Buongiorno
Pendekatan Ampera akan mengakselerasi komersialisasi reaktor mikro karena kombinasi teknologi bahan bakar dan pendinginan inovatif mengurangi risiko teknis dan regulasi.Michael Mayfield
Regulasi 10 CFR Part 53 adalah lompatan penting yang dapat mengubah lanskap energi dengan memberikan jalur cepat bagi reaktor nuklir baru yang lebih kecil dan adaptif.


