Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Jepang Perkuat Pertahanan dengan Sistem Misil Jarak Jauh Type 25 Baru

Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
management-and-strategy (17h ago) management-and-strategy (17h ago)
02 Apr 2026
117 dibaca
1 menit
Jepang Perkuat Pertahanan dengan Sistem Misil Jarak Jauh Type 25 Baru

Rangkuman 15 Detik

Jepang mengubah kebijakan pertahanannya dengan mengadopsi sistem rudal canggih.
Sistem rudal Type 25 meningkatkan jangkauan dan kemampuan serangan Jepang.
Perkenalan senjata hipersonik menunjukkan fokus baru Jepang pada pertahanan proaktif.
Jepang telah meluncurkan dua sistem misil jarak jauh domestik terbaru, bernama seri "Type 25", yang terdiri dari misil permukaan-ke-kapal yang ditingkatkan dan senjata hipersonik glide vehicle. Inisiatif ini adalah langkah besar dalam memperkuat kemampuan militer Jepang dalam menghadapi tantangan keamanan regional yang semakin meningkat. Salah satu misil jarak jauh ini memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer, memungkinkan serangan ke kapal musuh dan target darat penting. Senjata hipersonik HVGP dapat terbang dengan kecepatan sangat tinggi dan trayectoria tak terduga yang sulit diantisipasi pertahanan musuh, terutama digunakan untuk melindungi pulau-pulau Jepang yang terpencil. Transformasi ini menandai pergeseran kebijakan Jepang dari prinsip pertahanan pasif menuju doktrin stand-off defense yang lebih agresif dengan kemampuan menyerang dari jarak jauh. Jepang berencana mengembangkan dan memperluas sistem ini ke varian yang dapat diluncurkan dari kapal dan pesawat, memperkuat seluruh spektrum pertahanan lintas darat, laut, dan udara.

Analisis Ahli

David Finkelstein (Pakar Keamanan Asia Timur)
Pengadopsian sistem Type 25 mengindikasikan Jepang secara serius berupaya menyeimbangkan kekuatan militer di kawasan, terutama dengan mengantisipasi potensi konflik yang semakin kompleks antara negara-negara besar di Asia Timur.
Yuki Tanaka (Profesor Studi Keamanan Jepang)
Dorongan untuk memiliki kapabilitas stand-off yang mematikan merupakan evolusi alami dari kebijakan pertahanan Jepang yang selama ini sangat bergantung pada kapabilitas defensif dan perlindungan dari sekutu.